Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi; Materi Stand Up di Netflix Picu Polemik NU–Muhammadiyah

Heron • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:06 WIB

PBNU dan PP Muhammadiyah Tegaskan Bukan Sikap Resmi

JAKARTA - Komika kenamaan Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya setelah materi stand up comedy terbarunya berjudul Mens Rea menuai kontroversi.

Laporan tersebut dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah pada Kamis (8/1), dengan tudingan adanya unsur fitnah dan penghinaan terhadap dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menilai penampilan Pandji dalam special show yang tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 itu telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

“Menurut kami, beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung memicu kegaduhan di media,” ujar Rizki kepada wartawan.

Meski tak menyebut nama secara eksplisit, Rizki mengakui terlapor merupakan komika berinisial P, yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Ia menilai materi Pandji berpotensi memecah persatuan, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.

Salah satu narasi yang dipersoalkan adalah dugaan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis, serta disebut memperoleh konsesi tambang sebagai imbalan dukungan politik. Pernyataan tersebut dinilai merugikan dan mencederai nama baik organisasi.

Sebagai bukti, pelapor melampirkan rekaman video penampilan Pandji dalam show Mens Rea. Rizki pun berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil Pandji untuk klarifikasi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya laporan terhadap Pandji terkait dugaan penghasutan di muka umum dan penistaan agama.

“Penyidik akan melakukan klarifikasi serta analisis barang bukti. Kami mengimbau masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.

PBNU dan PP Muhammadiyah Tegaskan Bukan Sikap Resmi

Di tengah polemik tersebut, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menegaskan bahwa Angkatan Muda NU bukan bagian dari struktur resmi PBNU.

“PBNU tidak memiliki badan otonom bernama AMNU. Jadi itu bukan representasi resmi NU,” tegas Gus Ulil, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan bahwa NU kerap dijadikan identitas oleh berbagai kelompok karena sifatnya yang terbuka. Bahkan, menurutnya, banyak gerakan yang mengatasnamakan NU bersifat spontan dan temporer.

Gus Ulil juga menyoroti pentingnya humor dalam kehidupan sosial. Ia menyayangkan jika komedian harus berhadapan dengan proses hukum.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Humor adalah koentji,” ucapnya.

Sikap serupa disampaikan Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan. Ia menegaskan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah tidak memiliki mandat resmi dari Persyarikatan Muhammadiyah.

“Muhammadiyah menghormati hak warga negara menempuh jalur hukum, namun itu adalah tanggung jawab pribadi atau kelompok, bukan institusi,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjaga etika bermedia dan menyikapi perbedaan pendapat secara dewasa, dialogis, dan mencerahkan.

Kontroversi Mens Rea pun terus bergulir. Show yang berisi kritik sosial itu menuai pro dan kontra, sekaligus memicu perdebatan soal batas humor, kritik, dan kebebasan berekspresi di ruang publik. (mr/sat/kp.jp)

Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono
Editor : Heron
#pengurus besar nahdlatul ulama (pbnu) #muhammadiyah #pandji minta maaf #Pandji Mens Rea #pandji pragiwaksono