TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur (Bartim) AKBP Edi Santoso menyebut J, remaja yang tewas mengenaskan di tangan empat sekawan sengaja digantung dengan seutas tali. Perlakuannya bak seperti hewan.
Dari hasil pemeriksaan forensik, diketahui bahwa sebelum digantung, korban masih dalam kondisi hidup.
"Jadi korban itu digantung dalam kondisi masih bernyawa. Para pelaku dalam pengaruh minuman keras,"ujar Kapolres Barito Timur (Bartim) AKBP Edi Santoso, Senin (19/1/2026).
Sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, empat sekawan berinisial BC, PM, NK, dan UKS (di bawah umur) berbuat tak senonoh terhadap remaja perempuan berusia 15 tahun itu. Korban diwik-wik atau dipaksa hubungan badan.
Korban yang pingsan membuat keempat rekannya yang juga para pelaku dalam keadaan panik. Karena takut terjadi hal-hal tidak diinginkan akhirnya salah satu pelaku berinisial PM berinisiatif menggantung korban.
Pada saat akan digantung korban masih dalam keadaan hidup, karena mereka dalam keadaan mabuk akhirnya tidak bisa berpikir jernih.
Akibat digantung inilah membuat korban akhirnya menghembuskan nyawanya karena lilitan tali rafia yang menjerat lehernya.
"Usai menggantung korban pelaku langsung melarikan diri dan polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut,"ucap Edi Santoso.(son/ram)
Editor : Ayu Oktaviana