PALANGKA RAYA – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan perayaan Idulfitri, Polda Kalimantan Tengah resmi menggelar Operasi Ketupat Telabang 2026 sebagai upaya pengamanan terpadu di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Pelaksanaan operasi tahunan ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Barigas Mapolda Kalteng, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda kesiapan aparat keamanan bersama unsur TNI serta berbagai instansi terkait dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama masa Lebaran.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kepala Biro Operasi Polda Kalteng Kombes Pol Sugeng Riyadi mengatakan bahwa Operasi Ketupat Telabang 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Menurut Sugeng, apel gelar pasukan tidak hanya dilaksanakan di tingkat Polda, tetapi juga digelar secara serentak oleh seluruh jajaran kepolisian di wilayah Kalimantan Tengah.
“Pada saat yang sama, Bapak Kapolda memimpin langsung pelaksanaan apel gelar pasukan di Polres Pangkalan Bun sekaligus melakukan pengecekan kesiapan pos pengamanan di jalur lintas wilayah barat Kalimantan Tengah,” ujarnya kepada awak media.
2.373 Personel Gabungan Disiagakan
Dalam operasi pengamanan tahun ini, Polda Kalteng mengerahkan total 2.373 personel gabungan. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Hari Raya Idulfitri.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 872 personel berasal dari Polri, sedangkan 1.501 personel merupakan dukungan dari berbagai stakeholder yang turut berpartisipasi dalam operasi pengamanan.
Selain pengerahan personel, kepolisian juga menyiapkan puluhan pos pengamanan di sejumlah titik strategis yang dinilai rawan maupun memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi.
“Di seluruh wilayah Polda Kalteng telah disiapkan 53 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos ini menjadi pusat pelayanan sekaligus pengamanan bagi masyarakat selama masa Lebaran,” jelasnya.
Fokus Pengamanan di Seribu Lebih Titik
Lebih lanjut Sugeng menjelaskan, fokus pengamanan tidak hanya diarahkan pada jalur transportasi dan arus mudik, tetapi juga pada berbagai lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian masyarakat.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 1.001 titik yang menjadi objek pengamanan selama operasi berlangsung. Titik-titik tersebut meliputi tempat ibadah, lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, bandara, pelabuhan, terminal, pasar, hingga pusat aktivitas masyarakat lainnya.
Ia menambahkan, seluruh personel akan mulai menempati pos masing-masing sejak dimulainya operasi.
“Mulai besok seluruh personel sudah tergelar di lapangan sesuai titik pengamanan yang telah ditetapkan. Kami berharap masyarakat dapat menjalani rangkaian perayaan Idulfitri dengan rasa aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya. (ovi)
Editor : Ayu Oktaviana