SAMPIT – Kebakaran hebat yang melanda sebuah tongkang di kawasan Pelabuhan Kota Besi, Jalan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (28/3/2026), menelan korban jiwa.
Tercatat tiga orang menjadi korban dalam insiden tersebut, dengan satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi menjelang malam dan sempat memicu kepanikan warga sekitar. Api dengan cepat membesar setelah terdengar ledakan dari bagian tongkang, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu berjam-jam hingga akhirnya berhasil dikendalikan petugas.
Kasi Humas Disdamkarmat Kotim, Heri Wahyudi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.42 WIB dan langsung bergerak ke lokasi.
“Petugas menerima informasi pukul 17.42 WIB, kemudian satu menit setelahnya langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 18.13 WIB,” ujarnya, Minggu (29/3/2026) pagi.
Ia menjelaskan, saat tiba di lokasi, kondisi kebakaran sudah dalam status besar sehingga petugas segera melakukan upaya pemadaman secara maksimal.
“Setibanya di lokasi, status kebakaran dinyatakan merah. Personel langsung menggelar selang dan melakukan pemadaman ke arah tongkang yang terbakar,” jelasnya.
Heri menambahkan, api baru dapat dilokalisir sekitar pukul 20.15 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga akhirnya operasi dinyatakan selesai pada pukul 21.40 WIB.
“Kurang lebih tiga jam proses pemadaman hingga akhirnya api berhasil dikendalikan dan dilanjutkan pendinginan,” katanya.
Terkait korban, ia menyebutkan terdapat tiga orang terdampak dalam kejadian tersebut. Satu orang dikabarkan meninggal dunia akibat kejadian itu.
“Korban jiwa ada tiga orang, dengan rincian satu orang mengalami cedera di kepala, satu orang meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih belum diketahui identitas maupun kondisinya. Info terakhir dalam pencairan,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu sambaran petir yang mengenai mesin pompa tongkang hingga menimbulkan ledakan.
“Menurut keterangan masyarakat, kejadian bermula dari sambaran petir ke mesin pompa, kemudian terdengar satu kali ledakan yang disusul munculnya api dan asap,” bebernya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sementara itu, sejumlah instansi terkait turut dilibatkan dalam penanganan kejadian, mulai dari BPBD, kepolisian, hingga Basarnas. (mif)
Editor : Agus Pramono