Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Puruk Cahu Dilanda Krisis Pertalite–Pertamax, Selama 5 Hari Pengecer Tak Ada Stok

Agus Pramono • Selasa, 25 November 2025 | 14:35 WIB
Pengecer BBM di Puruk Cahu.IRPAN JURAYZ/KALTENG POS
Pengecer BBM di Puruk Cahu.IRPAN JURAYZ/KALTENG POS

 

PURUK CAHU-Kelangkaan BBM di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya sudah terjadi selama sepekan ini.

Kru Kalteng Pos melakukan penyisiran sepanjangan Jalan Di Puruk Cahu dimana terlihat banyak pedagang BBM eceran di pinggir jalan banyak botol dan pom mini tidak berisi BBM jenis pertalite dan pertamax.

Salah satu pedagang minyak mengaku dirinya sudah 5 hari mengalami kekosongan BBM yang untuk dijual.

"Sudah 5 hari ini BBM kosong, karena susah mendapatkan. Biasanya setiap hari itu ada stok BBM kalo kali jarang. Malam tadi sempat ada stok tapi tidak lama langsung ludes,'' tegas salah satu pedagang yang berjualan, Selasa (25/11/2025).

Warga-warga juga melakukan antri di SPBU yang dekat Masjid Agung Istiqlal Puruk Cahu. Dimana antrian panjang sudah berlangsung sejak dini hari. Antrian bahkan mengular hingga ke jalan, terutama di kalangan pengendara sepeda motor.

Rasidayanti salah satu pengantri SPBU mengaku salah satu pengendara, mengeluhkan kesulitan yang dialaminya untuk mendapatkan BBM.

"Kalau toh dapat, saya harus rela antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter BBM. Saya memang selalu mengisi penuh, 4 liter itu sesuai kapasitas tangki motor saya. Tapi seminggu ini antrinya parah," jelasnya.

Ia mengaku harus bangun lebih awal untuk menghindari antrean panjang dan tidak kebagian BBM.

Selain itu salah satu pedagang BBM Suwandi yang kru Kalteng Pos temui yang sempat menjual BBM jenis pertamax dan pertalite mengaku ia mendapatkan stok BBM dari Desa Babuat. Dengan hal itu ia harus menjual minyak pertamax perliternya 25 ribu dan Pertalitenya 23 ribu perliternya.

"Ini baru saja saya peroleh stok BBM. Saya mengambilnya dari Desa Babuat. Dimana saya disana sudah mendapatkan harganya perliternya sudah 18 ribu ditambah lagi ongkos pengantaran 180 ribu. Jadi saya harus menjual dengan harga seperti ini,'' tegas Suwandi.

Ia mengaku sebelum langka harga BBM eceran yang ia jual biasanya berkisar 15 ribu perliter untuk pertalite dan 18 ribu untuk pertamax.

Ia menjelaskan SPBU di Kabupaten Murung Raya khususnya di Puruk Cahu yang aktif beroperasi hanya satu. Sehingga warga selalu mengantri.(irj)

Editor : Ayu Oktaviana
#pertalite #kalteng pos #bbm eceran #puruk cahu #bbm #Kabupaten Murung Raya #kelangkaan BBM