Bocah 11 Tahun Sesak Napas Lalu Meninggal, Paparan Kabut Asap Memperparah Penyakit Bawaannya

Irpan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:26 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya dr Suwirman Hutagalung
Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya dr Suwirman Hutagalung

PURUK CAHU – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, meninggal dunia pada Senin (31/8/2026). Sebelumnya, kondisi kesehatan anak tersebut memburuk saat kabut asap menyelimuti wilayah Puruk Cahu.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya Suwirman Hutagalung mengatakan, anak tersebut sempat mengalami sesak napas dan didiagnosis mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun, menurutnya, kematian korban tidak dapat disimpulkan semata-mata akibat ISPA atau paparan kabut asap.

Suwirman menyebut korban memiliki penyakit lain yang telah lama diderita, yakni kelainan pada ginjal.

“Anak tersebut juga sempat mengalami sesak napas, tapi tidak semerta-merta karena asap terus ISPA lalu meninggal. Namun, anak tersebut juga mengalami penyakit lain, yaitu kelainan yang terdapat pada ginjalnya,” kata Suwirman.

Baca Juga: Kabut Asap Kalimantan Sampai Ke Negara Tetangga, Malaysia dan Brunei Mengadu ASEAN

Informasi dari warga setempat menyebut kondisi kesehatan anak tersebut mulai memburuk setelah kabut asap melanda Kota Puruk Cahu. Anak tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Puruk Cahu pada Jumat (28/8/2026).

Lulus, warga Gang Arjuna yang merupakan tetangga korban, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, anak tersebut sebelumnya memiliki riwayat asma sejak usia dua tahun.

“Menurut keluarganya, anak itu mengalami asma sejak usia dua tahun dan makin parah sejak terjadinya kabut asap di Kota Puruk Cahu,” ujar Lulus.

Keluarga, lanjut Lulus, sempat berencana membawa korban ke rumah sakit di Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, rencana tersebut batal setelah korban meninggal dunia pada Senin pagi.

Lebih dari 700 Warga Keluhkan Gejala ISPA

Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Kesehatan Murung Raya mencatat lebih dari 700 warga mengalami keluhan yang kemudian diidentifikasi sebagai gejala ISPA.

Data tersebut dihimpun dari masyarakat yang mendapatkan pengobatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Meski jumlahnya telah mencapai lebih dari 700 kasus, Suwirman mengatakan mayoritas keluhan yang ditangani masih tergolong ISPA ringan dan dapat ditangani dengan obat-obatan.

“Syukurnya, sampai saat ini masyarakat masih mengalami ISPA ringan yang dapat diobati dengan obat-obatan,” katanya.

Posko Karhutla Sediakan Obat, Masker dan Oksigen

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Murung Raya telah mengaktifkan posko kesehatan yang terintegrasi dengan Posko Karhutla.

Posko tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan kesehatan, mulai dari obat-obatan, masker hingga oksigen bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara.

Masyarakat yang membutuhkan pertolongan pertama akibat dampak kabut asap juga dipersilakan mendatangi posko tersebut.

“Silakan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan pertolongan pertama bisa ke Posko Karhutla. Untuk petugas dan relawan yang bertugas, kami juga sudah menurunkan tim kesehatan untuk mendampingi apabila ada petugas yang mengalami dampak kabut asap,” jelas Suwirman.

Selain posko kesehatan, Dinas Kesehatan Murung Raya juga mengoperasikan Rumah Oksigen yang berada di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Murung Raya, tepat di depan RSUD Puruk Cahu.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah pertolongan pertama bagi masyarakat, petugas maupun relawan yang mengalami sesak napas.

“Tujuan disediakannya rumah oksigen ini adalah sebagai upaya pertolongan pertama jika ada masyarakat, petugas, atau relawan yang mengalami sesak napas,” jelas Suwirman.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, terutama saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap, segera memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya.(*)

Editor : Agus Pramono
bocah meninggal kabut asap menelan korban kabut asap Murung Raya