LAGU “Kepada Hati”, yang sebelumnya dipopulerkan oleh Cakra Khan, kini kembali hadir dalam versi baru dengan sudut pandang wanita dan menjadi soundtrack utama sinetron terbaru produksi SinemArt yang berjudul “Bunga Mawar Terindah” Kepercayaan besar ini diberikan kepada penyanyi berbakat Fadhilah Intan, yang dinilai memiliki karakter vokal paling tepat untuk memberikan napas dan jiwa baru pada lagu ini.
Project ini dikerjakan secara singkat, proses produksinya berlangsung hanya dalam waktu satu minggu mulai dari penyusunan musik hingga aransemen, berakhir dengan hasil yang emosional. Versi terbaru ini menghadirkan nuansa yang lebih lembut dan personal, namun tetap mempertahankan kekuatan pesan liriknya.
Menariknya, lagu ini merupakan salah satu lagu favorit Fadhilah dan ibundanya. Momen ini terasa semakin spesial karena kesempatan datang di waktu yang tepat, seolah seluruh semesta mendukung perjalanan kreatif ini.
Baca Juga: Patah Hati yang Kupilih: Dilema Cinta Beda Agama Prilly Latuconsina dan Bryan Domani
Ade Govinda yang di project ini berperan sebagai produser menyampaikan dukungan penuh atas interpretasi baru ini. “Lagu ‘Kepada Hati’ ini lagunya kuat sekali, ciptaan sahabat saya Ahmad Fredy. Begitu aku kasih tahu kalau Fadhilah yang nyanyi, dia sangat support karena yakin hasilnya akan sangat bagus.”
Sementara itu, Fadhilah Intan yang mendapatkan penawaran langsung dari Ade Govinda ini pun mengekspresikan rasa syukur dan kebahagiaannya, “Ini lagu yang sudah lama aku idamkan. Tiba-tiba aku dikasih kepercayaan sama kak Ade Govinda untuk membawakan versi perempuan dari penyanyi pria favorit aku, Cakra Khan. Double happynya apalagi ini jadi soundtrack sinetron juga.”
“Bagian reff-nya paling menyentuh. Liriknya dalam, relate banget sama banyak orang. Versi ini lebih tenang, lebih manis, tapi juga lebih sakit. Semoga banyak yang jatuh cinta — baik pada lagunya maupun sinetronnya.” tambah Fadhilah Intan.
Harapannya, lagu ini dapat menyatu dengan cerita sinetron dan memperkuat pengalaman emosional jutaan penonton. Versi ini ditujukan bukan hanya sebagai adaptasi, tetapi sebagai “new chapter” dari karya yang sudah dicintai banyak orang. (mym/kik)
Editor : Kiki Rizqie