KALTENG POS – Menjelang penutup tahun, YouTube merilis daftar tren tahunan, Year-End Trending Lists 2025, yang memberikan gambaran jelas tentang apa saja yang telah menarik perhatian miliaran pengguna di platform tersebut. Daftar ini mengukuhkan YouTube sebagai barometer utama budaya pop global, terutama dalam hal musik, kreator, dan fenomena digital.
Jika ada satu nama yang merajai peta musik global tahun 2025, itu adalah Bruno Mars. Musisi serba bisa ini menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan, menduduki dua posisi teratas dalam daftar YouTube Top Songs 2025.
Kolaborasinya yang memukau dengan Lady Gaga dalam lagu ‘Die With a Smile’ berhasil merebut posisi No. 1. Video musik yang menjadi salah satu yang paling banyak ditonton dan paling berpengaruh ini telah mengumpulkan 1,4 miliar views.
Baca Juga: 4 Tahun Pacaran, Miley Cyrus dan Maxx Morando Resmi Bertunangan! Cek Detil Cincin Mahalnya
Dominasi Mars berlanjut di posisi No. 2 melalui lagu ‘APT.’, hasil duetnya dengan anggota Blackpink, ROSE. Hebatnya, video ini bahkan melampaui capaian No. 1 dengan total 2,1 miliar views, mempertegas daya tarik global Bruno Mars yang melintasi genre dan pasar.
Sementara itu daftar lagu trending tahun ini juga menyoroti fenomena budaya yang sedang naik daun: Soundtrack dari serial Kpop Demon Hunters (HUNTR/X ‘Golden’ #3 dan ‘How It’s Done’ #7, Saja Boys ‘Soda Pop’ #4 dan ‘Your Idol’ #5).
Waralaba ini membuktikan kekuatannya dengan menempatkan empat lagu sekaligus dalam Top 10, sebuah pencapaian yang jarang terjadi untuk sebuah soundtrack.
Kehadiran masif ini menunjukkan bahwa musik, terutama yang terikat dengan konten hiburan yang populer, memiliki potensi viralitas yang luar biasa di YouTube.
Baca Juga: Stray Kids Cetak Sejarah di Billboard 200 Lewat 'Do It', Geser Taylor Swift
Menanggapi hasil daftar tahun ini, Kevin Allocca, Global Director of YouTube Culture and Trends, menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan bukti YouTube kini semakin mengakar sebagai “mesin utama pengalaman budaya bersama.”
Dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-20, platform ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan video, tetapi juga sebuah ekosistem dinamis di mana musik, hiburan, dan komunitas kreator berinteraksi, menciptakan tren, dan membentuk lanskap budaya global secara real-time. (*)
Editor : Kiki Rizqie