KALTENG POS - Di balik gemerlap lampu panggung dan riuh rendah tepuk tangan penonton Dangdut Academy 7, tersimpan sebuah cerita perjuangan yang menyentuh hati. Tasya Allesia, salah satu kontestan unggulan, membawa misi yang jauh lebih besar dari sekadar mengejar popularitas: ia sedang membangun kembali harapan keluarganya yang sempat nyaris runtuh.
Kehidupan Tasya di Serpong, Tangerang Selatan, jauh dari kata mewah. Sebelum namanya dikenal seantero negeri, Tasya dan keluarganya tinggal di sebuah rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Bukan sekadar sempit, rumah tersebut sempat berada dalam kondisi nyaris ambruk. Bayang-bayang ketakutan selalu menghantui setiap kali awan mendung menggelayut di langit Serpong.
Baca Juga: Kemenangan Tasya Ditentukan Virtual Gift di Dangdut Academy 7, Pendukung Valen di Medsos Tak Terima
“Dulu setiap hujan kami selalu khawatir. Rumah bocor, takut kenapa-kenapa. Tapi dari situ aku belajar untuk kuat dan tidak mengeluh,” kenang Tasya dengan tegar, seperti dikutip dari Kapanlagi.com.
Panggung Dangdut Sebagai Jalan Pengabdian
Bagi gadis berbakat ini, mikrofon di tangannya adalah "senjata" untuk mengubah nasib. Keikutsertaannya dalam ajang pencarian bakat Dangdut Academy bukan sekadar mengejar mimpi menjadi bintang, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada kedua orang tuanya.
Tasya menyadari betul pengorbanan orang tuanya yang tetap setia mendampingi dan memberi dukungan meski dalam keterbatasan ekonomi yang menghimpit.
"Ini adalah jalan pengabdian aku kepada orang tua," ungkapnya.
Ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan tempat tinggal bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.
Baca Juga: Sejarah dan Daftar Pemenang Dangdut Academy Indosiar dari Musim Pertama hingga Sekarang
Kisah Tasya adalah pengingat bagi banyak orang bahwa bakat besar sering kali lahir dari tekanan hidup yang hebat. Dari rumah yang bocor dan dinding yang rapuh, Tasya mengasah mentalnya menjadi baja.
Kini, setiap cengkok dangdut yang ia nyanyikan bukan sekadar nada, melainkan jeritan semangat untuk memberikan atap yang lebih kokoh bagi ayah dan ibunya.
Perjalanan Tasya di DA 7 masih berlanjut, namun baginya, kemenangan sejati adalah saat ia bisa melihat orang tuanya tidur nyenyak tanpa perlu khawatir lagi akan datangnya hujan. (*)
Editor : Kiki Rizqie