KALTENG POS – Nama grup musik Kuburan Band mendadak kembali menjadi sorotan publik setelah disebut-sebut sebagai aktor intelektual di balik viralnya lagu bertajuk "Tak Diberi Tulang Lagi".
Lagu ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial lantaran dinilai memiliki lirik yang tajam dan sarat akan pesan tersirat.
Menariknya, narasi yang berkembang di kalangan netizen menyebut bahwa karya terbaru ini sengaja diciptakan sebagai bentuk sindiran langsung terhadap grup musik legendaris, Slank.
Ketegangan artistik ini diduga bermula dari langkah Slank yang merilis lagu kontroversial "Republik Fufufafa?" pada penghujung tahun 2025 lalu.
Lagu tersebut menjadi momentum kembalinya Slank sebagai musisi aktif yang menyuarakan masalah sosial hingga politik Tanah Air.
Lagu milik Kaka dkk tersebut dikenal vokal dalam memotret dinamika politik Indonesia, namun tampaknya memicu respons kreatif yang berbeda dari kubu Kuburan Band.
Fenomena saling balas lewat karya ini pun kini memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar musik tanah air, antara mereka yang mendukung kritik sosial Slank dan mereka yang mengapresiasi "balasan" satir dari Kuburan Band.
Dikaitkan dengan lagu viral 'Tak Diberi Tulang Lagi', Kuburan langsung buka suara. Ia mengatakan bahwa lagu viral tersebut bukan hasil karyanya.
"Boleh bantu viralkan lagu baru Kuburan yang berjudul AJENG, bukan lagu yang viral di TikTok, yang hoax, karena itu lagu AI," kata Resa Rizkyan, vokalis Kuburan Band melalui laman Instagram.
Dalam katalog resmi milik Kuburan, nyatanya tak pernah ada lagi 'Tak Diberi Tulang Lagi'.
Lagu viral tersebut nyatanya dimanfaatkan Kuburan untuk mempromosikan lagu baru mereka 'AJENG'.
Diketahui, Kuburan Band merupakan grup musik asal Bandung yang memiliki penampilan khas dengan riasan wajah yang dilukis hitam dan putih. Lagu populer dari Kuburan adalah 'Lupa Lupa Tapi Ingat' serta 'Tua Tua Klabing. (*)
Editor : Ayu Oktaviana