KALTENGPOS.JAWAPOS - Setelah lama dinanti, penyanyi berbakat Angel Pieters resmi kembali memeriahkan belantika musik Tanah Air melalui single terbarunya yang bertajuk "Rindu". Berbeda dengan lagu galau pada umumnya, Angel membawakan nuansa pop balada yang lebih dewasa, di mana ia mengajak pendengar untuk merayakan perasaan tanpa harus terjebak dalam drama atau kesedihan yang berlarut-larut.
Bagi Angel, "Rindu" adalah buah dari momen refleksi diri yang jujur di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Lewat karya ini, ia menekankan pentingnya keberanian untuk mengakui sebuah rasa tanpa perlu memaksakan hasil akhir atau menuntut jawaban.
"Terkadang rindu tidak selalu meminta penyelesaian; bisa saja rindu hanya ingin diakui, lalu diletakkan dengan lembut di tempat yang aman dalam diri kita, sehingga lagu ini bisa dihayati siapa saja dengan makna rindu versinya masing-masing,” Angel Pieters menambahkan.
Angel Pieters tidak sendiri dalam penggarapan liriknya. Ia bekerja sama dengan Clara Riva untuk merangkai kata demi kata menyoroti fase kedewasaan pada perasaan yang sedang dialami, tanpa perlu menggenggamnya terlalu erat.
“Dan di situlah letak kekuatannya, di mana rindu di sini bukan rayuan untuk kembali, melainkan pengakuan paling manusiawi bahwa ada bagian hidup yang pernah indah dan tetap layak dipelihara dalam ingatan,” jelas Angel.
Dari segi musikalitas, lagu "Rindu" melibatkan sejumlah musisi seperti Trinanda Imawan Wibisono pada piano, serta Pefiri untuk drum dan programming.
Bahkan nuansa sinematik semakin terasa berkat lapisan orkestra dari Fame’s Project yang digarap dengan sangat halus oleh Marthin Tupanno.
Tak hanya memanjakan telinga, aspek visual dari lagu "Rindu" pun digarap dengan penuh saksama untuk memberikan pengalaman yang menyeluruh.
Melalui tangan dingin sutradara sekaligus editor Reuben Tourino, video musik ini berhasil menangkap sisi Angel Pieters yang lebih tenang, reflektif, dan terasa sangat intim.
Keterlibatan Angel dalam proyek ini pun tidak main-main; ia turun langsung sebagai produser video musik untuk memastikan estetika visual, termasuk artwork garapan Artnivora, selaras dengan pesan lagu tersebut.
Dengan konsistensi elemen visual dan audio ini, Angel berharap suasana emosional yang ia bangun dapat tersampaikan secara utuh dan menyentuh hati setiap penikmat musiknya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana