KALTENGPOS.JAWAPOS – Musisi berbakat Pamungkas kembali membawa kabar terbaru bagi para penikmat musik tanah air. Kali ini, ia muncul dengan energi yang berbeda. Bukan lagi ambisi yang meledak-ledak, melainkan sebuah ketenangan yang ia sebut sebagai fase paling damai dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Fase "melambat" ini ia tuangkan sepenuhnya ke dalam album keenam yang tengah disiapkan.
Sebagai pembuka jalan, Pamungkas resmi merilis single bertajuk “Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan”. Lagu ini menjadi cermin awal dari arah musikalitasnya yang kini lebih emosional dan dewasa.
Titik Balik Usai Kehilangan Sang Ayah
Perubahan perspektif ini tidak terjadi begitu saja. Memasuki tahun kedelapan berkarya, Pamungkas mengaku banyak melakukan refleksi mendalam, terutama setelah kehilangan sosok Ayah tercinta.
Momen duka tersebut menjadi titik balik bagi Pam untuk memandang hubungan antarmanusia dan identitas diri dengan cara yang baru.
Jika sebelumnya ia merasa ritme hidupnya serba cepat dan penuh tekanan, kini ia memilih untuk lebih sadar kapan harus bergerak dan kapan harus berhenti sejenak.
"I’m in the calmest phase of my life. It’s about being calm and embracing a slower pace," ungkap pelantun hits ‘To the Bone’ tersebut.
Lepas dari Ekspektasi Orang Tua
Menariknya, Pamungkas mengakui bahwa karya-karyanya di masa lalu—mulai dari album pertama hingga Solipsism—banyak didorong oleh keinginan untuk membanggakan orang tua. Namun, setelah fase album Hardcore Romance, ia mulai belajar berkarya sepenuhnya untuk diri sendiri tanpa beban ekspektasi eksternal.
Ia mengibaratkan perjalanannya seperti berada di tengah pusaran tornado. Jika dulu ia sibuk bertahan di tengah kekacauan (chaos), kini ia merasa sudah berada di titik tengah yang sunyi dan stabil, di mana ia bisa mengamati hidup dengan lebih jernih.
Sederhana dan Jujur di Album Keenam
Karakter album keenamnya nanti dipastikan akan lebih minimalis. Pamungkas memilih aransemen yang jujur dan minim gangguan, agar pesan dan rasa dalam setiap lagunya tersampaikan dengan jelas.
Lagu “Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan” sendiri dipilih sebagai pembuka karena dianggap sudah mencapai bentuk yang utuh. Liriknya berbicara tentang penerimaan, baik terhadap kesalahan orang lain maupun diri sendiri, serta merelakan percakapan yang tak pernah terselesaikan.
Isu Album Terakhir?
Hingga saat ini, Pamungkas masih merahasiakan judul album keenamnya. Hal ini memicu spekulasi di kalangan penggemar. Banyak yang menduga album ini akan diberi judul self-titled “Pamungkas” dan menjadi penutup manis dari karier musiknya.
Meski isu pensiun ini belum dikonfirmasi secara resmi, para pendengar tentu berharap fase tenang ini justru menjadi bahan bakar bagi Pamungkas untuk terus bereksplorasi di masa depan.
Bagaimana menurut Anda? Apakah lagu terbaru Pamungkas ini sudah masuk ke dalam playlist harian Anda? (*)
Editor : Ayu Oktaviana