KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Penyanyi dan penulis lagu Bernadya kembali melanjutkan perjalanan musikalnya menuju album kedua dengan merilis karya terbaru berjudul Rabun Jauh.
Setelah sebelumnya menghadirkan nuansa lebih ringan lewat lagu pembuka, kali ini ia tampil dengan warna yang jauh lebih intim dan emosional.
Rabun Jauh resmi dirilis pada Senin (13/4/2026) dalam format audio dan video lirik di platform digital.
Lagu ini sekaligus menjadi jembatan emosional dari album sebelumnya, Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, yang dikenal dengan nuansa reflektifnya.
Berikut lirik Bernadya - Rabun Jauh:
Rabun jauh, dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus, kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Berharap kau ada berdiri di situ
Di salah satu panggungku di kotamu
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Semoga tiba tepat waktu
Sebelum lagu ketujuh
Yang satu ini untukmu
Ku tulis agar kau tahu
Bahwa tiada lagi yang lebih kutunggu
Dari tatap banggamu untukku
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Kau datang menyamar pun masih bisa kutemukan
Tanpa melihat ku tahu kau ada
Kedip radarku pasti kan menyala
Sayangnya kali ini ia diam
Mengutip VOI.id dari judulnya, lagu ini tidak langsung menggambarkan kedalaman cerita yang dibawanya. Namun, begitu didengar, Rabun Jauh justru terasa sangat personal, menggambarkan hubungan emosional antara sang penyanyi dengan ruang, kenangan, dan momen-momen kecil yang bermakna.
Dalam lagu ini, Bernadya memosisikan dirinya sebagai seorang performer yang memiliki keterikatan khusus dengan sebuah kota. Detail sederhana seperti penggunaan kacamata menjadi simbol yang memperkuat kedekatan tersebut, sekaligus memberi sentuhan naratif yang unik.
Penggarapan lagu ini juga melibatkan musisi seperti Rendy Pandugo dan Kamga Mo, yang turut memperkaya nuansa musik dan emosi yang ingin disampaikan. Sentuhan mereka membuat lagu ini terasa lebih hidup tanpa kehilangan karakter khas Bernadya.
Dalam beberapa kesempatan, Bernadya mengungkapkan bahwa album keduanya akan lebih banyak mengeksplorasi perasaan. Ia tidak sepenuhnya meninggalkan gaya lama, tetapi mencoba menghadirkan cerita dengan sudut pandang yang lebih beragam dan tidak selalu bernuansa gelap. (*)
Editor : Ayu Oktaviana