Pemerintah Kabupaten Katingan sangat menyesalkan adanya pembatalan bonus umroh itu. "Membuat janji, tapi kok tidak konsisten. Inikan membohongi orang. Apalagi yang mendapatkan bonus umroh inikan sudah dicabut kuponnya dan 3 orang yang dinyatakan beruntung. Tiba-tiba ada yang batal. Bayangkan apa jadinya. Ini kegiatan keagamaan. Jangan main-main," kata Bupati Katingan Sakariyas kepada sejumlah wartawan, Selasa (27/6).
Menurut bupati jika memang tidak ada niat memberikan bonus. Seharusnya tidak perlu disampaikan sebelumnya. Sehingga tidak memberikan harapan bagi para kafilah. "Kan kasihan mereka. Sudah diumumkan di depan orang banyak. Tiba-tiba dibatalkan dan tidak jadi berangkat," ujar Sakariyas.
Dia juga menegaskan, bonus umroh darinya tetap sesuai janjinya pada malam pembukaan kegiatan. "Saya akan bayarkan ke panitia yang punya saya. Jadi kemarin itu ada dua yang batal dari informasi yang saya terima. Namun yang satunya pak Wabup yang menutupi. Terus yang satu lagi tidak ada yang menutupinya. Jadi hanya ada dua orang saja yang akan berangkat umrah nanti," ungkapnya. (eri/art) Editor : Administrator