Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

AJ Akui Bunuh Wanita di Desa Garung, Kabur ke Yogyakarta karena Panik

Administrator • Kamis, 22 Mei 2025 | 17:30 WIB
AJ, tersangka pembunuhan wanita bernama Nurmaliza di Desa Garung, tampak mengenakan baju tahanan saat dihadirkan dalam konferensi pers oleh Polda Kalimantan Tengah, di Palangka Raya, 16 Mei 2025. Ia mengakui kabur ke Yogyakarta karena panik setelah kejadi
AJ, tersangka pembunuhan wanita bernama Nurmaliza di Desa Garung, tampak mengenakan baju tahanan saat dihadirkan dalam konferensi pers oleh Polda Kalimantan Tengah, di Palangka Raya, 16 Mei 2025. Ia mengakui kabur ke Yogyakarta karena panik setelah kejadi


| PALANGKA RAYA-AJ, pria yang menjadi terduga pelaku dalam kasus kematian tragis Nurmaliza—wanita yang ditemukan tewas di Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah—akhirnya mengakui bahwa dirinya kabur ke Yogyakarta usai menghabisi nyawa korban.
Pengakuan tersebut disampaikan melalui penasihat hukumnya, Albert Chong, S.H., dalam keterangan pers yang digelar pada Rabu (21/5) di Palangkaraya. Albert mengungkapkan bahwa AJ dan Nurmaliza ternyata memiliki hubungan asmara yang sudah terjalin sejak tahun 2024.
Hubungan Asmara Sejak 2024

“Klien kami mengakui bahwa ia dan korban menjalin hubungan spesial sebagai sepasang kekasih,” ujar Albert di hadapan sejumlah wartawan.

Ketika ditanya apakah AJ mengetahui bahwa Nurmaliza sebenarnya telah berkeluarga, Albert menjelaskan bahwa kliennya baru mengetahuinya setelah hubungan keduanya sudah berjalan cukup lama.

“Baru belakangan tahu bahwa korban pernah menikah. Jadi bukan dari awal hubungan itu sudah tahu status korban,” jelasnya.

Kabur karena Panik dan Takut Dikejar Polisi


Mengenai alasan AJ melarikan diri ke luar daerah, Albert menyebut bahwa tindakan kliennya murni merupakan reaksi spontan akibat panik dan takut setelah mengetahui jasad korban ditemukan dan dirinya dicari polisi.

“Tidak ada rencana atau persiapan. Ia hanya pergi begitu saja karena panik, gelisah, dan ketakutan. Saat tiba di Yogyakarta pun, ia tidak tahu harus ke mana lagi,” lanjut Albert, yang turut didampingi oleh dua penasihat hukum lainnya, yakni Yohana dan Puda Karya.
Polisi Masih Dalami Motif Pembunuhan Nurmaliza

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Kalimantan Tengah. Aparat berwenang masih mendalami motif serta kronologi pembunuhan Nurmaliza guna mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tragis tersebut.(*sja)

Editor : Administrator
#Wanita tewas di Desa Garung #Hukum dan Kejahatan #Berita terbaru hari ini #kabur ke yogyakarta #Pembunuhan di Pulang Pisau