Dalam sambutannya, Aisyah menegaskan ajang ini tidak hanya soal mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang mencintai bahasa, berbudaya, dan mampu berkomunikasi secara cerdas serta beretika.
“Bahasa adalah warisan budaya yang memperkuat identitas bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi, menjaga kelestarian Bahasa termasuk bahasa daerah merupakan bentuk nyata dari menjaga akar budaya kita sendiri,” ujarnya.
Aisyah juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa sejak usia dini. Menurutnya, rumah adalah fondasi utama dalam membangun karakter anak yang mencintai literasi dan kebudayaan.
“Mari kita bangun sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ini penting agar kita mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap budayanya,” ajaknya.
Ia pun berharap para finalis yang terpilih sebagai Duta Bahasa mampu menjadi figur inspiratif di tengah masyarakat bukan hanya fasih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi juga aktif melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan khas Kalimantan Tengah. (ovi/ans)