Dalam video yang beredar itu, seorang wisatawan lain yang tergabung dalam rombongan mencoba mencari keberadaan Juliana melalui drone.
Mereka akhirnya menemukan keberadaan Juliana yang terperosok di sebuah jurang menuju pendakian.
https://kaltengpos.jawapos.com/nasional/25/06/2025/cemara-nunggal-titik-berbahaya-di-gunung-rinjani-yang-memakan-korban/
Terlihat jelas dalam video bahwa Juliana masih bergerak, sehingga ia dipastikan masih hidup saat terjatuh.
Video pendaki Brasil terjatuh klik disini>>>
Video Detik-detik Pendaki Brasil Terjatuh di Rinjani, Masih Hidup Teriak Minta Tolong
Ia dilaporkan terjatuh dari tepi jurang Cemara Nunggal menuju arah Danau Segara Anak pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 04.00 WITA.
Insiden ini pertama kali diterima oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada pukul 06.30 WITA.
Awalnya, korban diperkirakan jatuh ke dalam jurang sedalam 150–200 meter.
Namun, seiring berjalannya pencarian, posisi terakhir Juliana ditemukan berada di kedalaman sekitar 500 hingga 600 meter.
Kepala Balai TNGR, Yarman Wasur, mengungkapkan bahwa pada hari kejadian, tim masih mendengar teriakan minta tolong dari Juliana.
“Itu menjadi titik awal koordinasi cepat dari berbagai pihak yang terlibat,” jelasnya.
Upaya penyelamatan dilakukan sejak Sabtu siang. Pada pukul 14.32 WITA, tim pendahulu tiba di LKP dan mulai memasang tali evakuasi.
Namun, tali sepanjang 300 meter tidak cukup menjangkau posisi korban yang terus terperosok lebih dalam. Peralatan tambahan baru tiba pada malam hari.
Pukul 20.00 WITA, tim turun hingga kedalaman 300 meter, namun tak menemukan respons dari korban meski dipanggil berulang kali.
Salah satu anggota bahkan bermalam di ketinggian 200 meter menggunakan flying camp.
Pada Senin (23/6), pukul 06.30 WITA, drone berhasil mendeteksi tubuh Juliana dalam posisi tersangkut di tebing batu pada kedalaman 500 meter.
Sayangnya, korban ditemukan sudah tidak bergerak.
Tim SAR mencoba menurunkan dua anggota lebih dalam untuk membuat anchor kedua pada kedalaman 350 meter.
Namun, dua tebing overhang yang curam di lokasi menyulitkan proses pemasangan, sehingga upaya evakuasi sempat terhambat. (net/abw) Editor : Administrator