Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Bocah 12 Tahun Meninggal Usai Digigit Ular Weling, Sempat Koma Selama 1 Bulan

Ayu Oktaviana • Minggu, 20 Juli 2025 | 13:37 WIB

 

Rafa meninggal digigit ular weling
Rafa meninggal digigit ular weling

 

 

RAFA (12) bocah asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang digigit ular weling meninggal dunia. Ia meninggal saat menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang.

"Pasien Rafa sudah dinyatakan meninggal tadi pagi jam 00.32 WIB," ujar Humas RSUP DR Kariadi Semarang, Aditya, Minggu (20/7/2025).

Sebelumnya, Rafa dirujuk ke RSUP Kariadi pada 9 Juli 2025. Rafa kemudian langsung dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Saat itu, kondisi Rafa koma hingga akhirnya meninggal dunia.

Dilansir detikJateng, awalnya Rafa dibawa ke RSUD Kajen, Kabupaten Pekalongan untuk mendapat penanganan pada 16 Juni 2025. Namun, keluarga Rafa dipulangkan usai penanganan.

Ketika pulang, belum sampai di rumah, Rafa mengalami kejang-kejang. Pihak keluarga langsung melarikan korban ke rumah sakit swasta guna dilakukan penanganan medis.

Kuasa hukum pihak keluarga, Imam Maliki, menjelaskan kronologi dugaan salah diagnosis hingga salah penanganan pertama dan mengakibatkan pasien kritis.

"Dari keterangan pihak keluarga ke kita, kronologi awal pada Senin (16/6) pukul 04.00 WIB. Yang mana, Adik Rafa sedang tidur. Ibunya kaget, karena ular melewatinya, kemudian ular menggigit anaknya," kata Imam saat ditemui detikJateng, Selasa (24/6/2025) di kantor LBH Garuda Kencana Indonesia, Kabupaten Pekalongan.

Belakangan diketahui bahwa bocah itu digigit ular weling. Ular tersebut, dikatakan Imam, diduga terjatuh dari plafon rumahnya dan langsung menggigit korban.

Terpisah, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat dimintai konfirmasi hal itu melalui pesan singkat, mengatakan pihaknya telah memberikan teguran keras saat menggelar apel pagi di halaman RSUD Kajen, Selasa (24/6) pagi.

 

"Saya sudah tegur keras (RSUD Kajen), di apel tadi pagi. Langsung tanya pihak rumah sakitnya ya," kata Fadia Arafiq.

 

Penuturan RSUD Kajen

Pihak RSUD Kajen pun telah buka suara. Kepala bidang keperawatan RSUD Kajen, Dwi Harto, menjelaskan kronologi kejadian kasus tersebut. Dia menyebut kejadian itu bermula pada Senin, 16 Juni 2025, saat mendapat laporan soal bocah digigit ular.

"Ya, baik, benar. Jadi memang pada tanggal 16 Juni, jam 5 pagi itu, kami menerima pasien atas nama R itu diduga ada gigitan ular," kata Dwi melalui pernyataan resminya, Rabu (25/6/2025).

Kemudian, pasien dilakukan anamnese, dilakukan pemeriksaan fisik di titik-titik yang diduga gigit dan kemudian dilakukan pembersihan luka. Luka yang terlihat begitu samar.

"Apakah memang benar ada luka gigitan. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan ada luka samar satu titik luka samar itu di bagian kaki bagian kanan kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang laporan darah lengkap, darah rutin dan dilakukan observasi, pasien dilakukan observasi selama 2 jam di IGD," jelas Dwi.

Rafa kemudian dirawat di RSUP DR Kariadi, Semarang. Rafa pun dirawat secara intensif.

Namun, sebulan dirawat, Rafa juga belum siuman. Pejabat Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya Kandu Warenda mengatakan kondisi Rafa tak kunjung membaik.

Aditya menjelaskan Rafa saat ini dirawat intensif di ruang PICU. Kondisi kesehatan bocah tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

"Kami dari tim medis RSUP Dr Kariadi, dari DPJP juga tetap berusaha maksimal untuk menstabilkan kondisi kesehatan pasien, walaupun sampai sekarang masih terkode kesadarannya masih menurun," kata dia.(net)

 

 

DIULEK LANGSUNG: Sejumlah karyawan Warung Rujak Ngempet Elor saat menyiapkan sambal ulek yang khas dan menggoda.
DIULEK LANGSUNG: Sejumlah karyawan Warung Rujak Ngempet Elor saat menyiapkan sambal ulek yang khas dan menggoda.
Editor : Ayu Oktaviana
#Rafa #RSUD Kariadi Semarang #ular weling #digigit ular #bocah 12 tahun