Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Zuhdi, Guru yang Tampar Muridnya dan Disuruh Ganti Rugi Rp25 Juta Berangkat Umrah

Agus Pramono • Jumat, 25 Juli 2025 | 13:24 WIB

Gus Miftah mengantar keberangkatan Ahmad Zuhdi, Guru madin di Demak yang viral karena dituntut ganti rugi Rp 25 juta, berangkat umrah di Bandara Soekarno-Hatta.
Gus Miftah mengantar keberangkatan Ahmad Zuhdi, Guru madin di Demak yang viral karena dituntut ganti rugi Rp 25 juta, berangkat umrah di Bandara Soekarno-Hatta.
MIFTAH Maulana Habiburrahman yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Miftah memenuhi janji kepada guru ngaji madrasah diniyah (madin) asal demak, Jawa Tengah, Ahmad Zuhdi.


Dia memberangkatkan Zuhdi umroh ke tanah suci bersama keluarganya. Itu merupakan salah satu keinginan guru ngaji madin asal Demak, Jawa Tengah (Jateng) tersebut.
Berdasar informasi yang diterima oleh JawaPos.com, Zuhdi berangkat umrah dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis pagi (24/7/2025).


Gus Miftah mengantar secara langsung keberangkatan guru ngaji madin yang sempat viral karena dituntut membayar ganti rugi Rp 25 juta oleh salah seorang wali muridnya di Demak itu. ”Saya mau menemui Pak Kyai Zuhdi yang kemarin di Demak,” kata Miftah singkat.


Pendakwah yang juga pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji itu menemui Zuhdi bersama istri dan keluarganya. Dia mengaku senang karena proses keberangkatan umrah Zuhdi bisa dilakukan cepat.


Sehingga guru ngaji berusia lanjut itu bisa segera berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umrah bersama keluarganya.
”Alhamdulillah prosesnya cepat. Senin urus paspor, Selasa urus visa. Alhamdulillah Hari Rabu keluar berkat dibantu teman-teman juga dan hari ini berangkat,” ucap Miftah.


Selain Zuhdi, Miftah memang sudah beberapa kali memberikan hadiah umrah gratis. Zuhdi mengaku senang dan terharu karena menjadi salah satu yang berkesempatan berangkat umrah setelah bertemu dengan Miftah.


Dia sama sekali tidak menyangka bisa berangkat umrah. Apalagi selama bertugas sebagai guru ngaji, pendapatannya hanya Rp 450 ribu. Itu pun dibayarkan 4 bulan sekali.
”Saya nggak nyangka, nggak bisa dibayangkan.

 

Otak saya nggak sampai. Gaji saya cuma 450 ribu setiap 4 bulan,” ucap Zuhdi sambil terisak. Keinginan berangkat umrah disampaikan oleh Zuhdi kepada Miftah saat bertemu pada Sabtu pekan lalu (27/4/2025).

 

Pertemuan itu terjadi setelah Zuhdi viral di media sosial menandatangani perjanjian ganti rugi Rp 25 juta. Miftah yang merasa tersentuh turut mengunggah video itu pada akun media sosialnya. Dia pun berinisiatif menemui Zuhdi di Demak.

 

Dalam kesempatan itu, Miftah sempat menawari Zuhdi untuk merenovasi rumah atau umrah. Guru ngaji itu pun memilih umroh bersama istrinya.


Miftah juga memberikan uang tunai Rp 25 juta sebagai pengganti uang yang dia keluarkan untuk membayar ganti rugi. Menurut Miftah, guru ngaji merupakan profesi yang sangat mulia walau hanya mendapat upah sekedarnya.


Apalagi setelah ia mengetahui bahwa Zuhdi mengabdi dengan penuh keikhlasan. Untuk mengajar ngaji, Zuhdi menempuh jarak 8 kilometer setiap hari menggunakan sepeda. Sedang uang yang dia terima hanya Rp 450 ribu, itu pun bukan sebulan sekali, melainkan diterima setiap 4 bulan.


”Tadi pak lurah bilang, Rp 450 ribu itu 4 bulan, berarti satu bulan itu hanya Rp 110 ribu. Harus digugat dengan cara seperti itu. Saya silaturahmi tidak ada kepentingan apapun, karena saya merasa bapak saya guru diniyah,” jelasnya.


Untuk memudahkan Zuhdi menjalankan tugasnya, Miftah juga memberikan satu unit sepeda motor sebagai pengganti sepeda yang biasa digunakan oleh Zuhdi. Hadiah itu diberikan oleh Miftah setelah mengetahui bahwa Zuhdi mengayuh sepeda sejauh 8 kilometer setiap mengajar. ”Maka izinkan tadi saya di jalan, perjalanan ke sini, beli motor untuk Pak Zuhdi,” kata dia.(jpc)

Editor : Anisa Bahril Wahdah
#guru ngaji #Ustaz Zuhdi #bantuan sosial #viral demak #gus miftah #umrah gratis #pahlawan tanpa tanda jasa #kisah inspiratif #Ahmad Zuhdi