Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jepang Sudah, Tsunami Mengancam 10 Daerah di Indonesia Pasca Gempa Rusia

Ayu Oktaviana • Rabu, 30 Juli 2025 | 14:58 WIB
Budi Gunawan
Budi Gunawan

 

PERINGATAN Tsunami disampaikan pasca gempa besar Rusia pada 29 Juli 2025 atau 30 Juli 2025 sekitar 11:24 Wib. Gempa ini tercatat sebagai salah satu yang terdahsyat sejak gempa 1952 di wilayah tersebut.

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memastikan kesiapsiagaan nasional pasca gempa bumi 8,7 skala richter mengguncang pesisir timur Rusia.

Berdasar perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setidaknya ada 10 daerah yang berpotensi terdampak tsunami.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menyampaikan bahwa seluruh seluruh jajaran dan instansi terkait telah menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Mereka memastikan kondisi siaga atas potensi tsunami akibat gempa berkekuatan 8,7 skala richter tersebut.

”Seluruh komponen pemerintah baik pusat maupun daerah sudah siap untuk antisipasi dengan bergerak cepat dan tepat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah. Saya juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti instruksi resmi di lapangan,” kata Budi Gunawan.

Berdasar laporan BMKG, dampak gempa bumi berkekuatan besar di Rusia akan sampai di Indonesia melalui kenaikan muka air laut di beberapa daerah yang diperkirakan mencapai 0,5 meter.

Dia pun menekankan kembali beberapa daerah yang perlu mendapat pemantauan dan perhatian khusus meliputi dari semua pihak terkait. Yakni daerah di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Utara.

Mencermati kondisi tersebut, Budi Gunawan menyampaikan beberapa instruksi kepada kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah persiapan dan pencegahan. Yakni pemerintah daerah, BNPB dan BPBD, TNI, Polri Basarnas, dan BMKG untuk menyiapkan Posko Tanggap Darurat di provinsi terkait.

Instansi-instansi tersebut juga diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan personel di lapangan untuk mendukung dan melaksanakan evakuasi.

Termasuk dengan pengamanan jalur evakuasi, pengendalian massa, menjaga fasilitas vital di pesisir, menyiagakan tim SAR maritim dan udara di posisi yang memiliki kerawanan, mengumumkan peringatan resmi, serta mengurangi aktivitas di pantai dan pelabuhan.

Tidak hanya itu, Kemenko Polkam meminta agar peringatan dimutakhirkan setiap 30 menit hingga ada pernyataan berakhirnya ancaman tsunami dari BMKG.

Kepada masyarakat, Budi Gunawan menyampaikan beberapa hal yang diminta untuk dipatuhi. Diantaranya menjauhi pantai, muara sungai, dan aktivitas perairan di wilayah yang masuk dalam peringatan BMKG.

”Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Seluruh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, BNPB, BPBD, dan aparat TNI, Polri. Menyiapkan kebutuhan darurat secukupnya jika berada di wilayah pesisir dan ikuti langkah-langkah serta jalur evakuasi yang telah ditentukan bila terjadi ancaman tsunami,” jelasnya.(jpc)

Editor : Ayu Oktaviana
#Kemenko Polkam #peringatan #gorontalo #posko tanggap darurat #pantai #siaga #bnpb #gempa #papua barat #Berpotensi #papua #bmkg Ahmad Yani Kota Semarang #budi gunawan #indonesia #air laut #pelabuhan #pascagempa #Kewaspadaan #gempa bumi #evakuasi #basarnas #maluku utara #tim sar #Antisipasi 3C dan Balap Liar #tsunami #sulawesi utara