Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Hotel di Tangsel Dituntut LMKN Bayar Royalti Suara Burung, Padahal Bukan Musik tapi Suara Asli

Ayu Oktaviana • Rabu, 13 Agustus 2025 | 09:44 WIB

Protes pengelola hotel di Tangsel.
Protes pengelola hotel di Tangsel.

SEBUAH video yang memperlihatkan protes keras seorang pengelola hotel terhadap Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) tengah viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, pria yang mengelola Pranaya Boutique Hotel itu tampak geram sekaligus kebingungan usai menerima surat somasi yang menuntut pembayaran royalti atas penggunaan musik di hotelnya.

Video ini diunggah oleh akun Instagram @undercover.id dan dengan cepat menyita perhatian publik.

 Baca Juga: Putar Musik di Hajatan Kena Royalti, Ini Besaran yang Harus Dibayarkan

Dalam tayangan tersebut, sang pengelola hotel mempertanyakan dasar hukum serta alasan LMKN melayangkan somasi kepadanya.

Sambil memegang surat yang ia terima, ia dengan tegas menyatakan bahwa hotelnya tidak pernah memutar musik komersial untuk menciptakan suasana bagi para tamu.

Ia bahkan menegaskan, pihaknya memilih menciptakan suasana hotel dengan cara yang lebih alami dan unik, yakni menggunakan suara kicauan burung asli.

“Seorang pria yang mengelola hotel merasa geram karena tindakan dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang meminta pembayaran penggunaan musik,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, Selasa (12/8/2025).

Dalam video itu, pengelola hotel menunjukkan sumber suara yang dimaksud. Ternyata, bukan berasal dari speaker atau perangkat pemutar musik lainnya, melainkan dari seekor burung yang ia pelihara di dalam sangkar.

Menurutnya, suara burung inilah yang menjadi latar suasana di hotel, bukan musik sebagaimana yang dituduhkan dalam surat somasi.

“Hotelnya dikirimi beberapa surat somasi karena dianggap telah menggunakan musik tanpa membayar royalti kepada LMKN. Padahal, pria itu menyebutkan bahwa hotel yang ia kelola tidak pernah memutar musik seperti yang tertulis dalam surat somasi tersebut,” lanjut keterangan pada unggahan Instagram tersebut.

Ia mengaku bingung sekaligus heran atas tuduhan tersebut. “Hotel yang saya kelola tidak pernah memutar musik, justru kami menggunakan kicauan burung asli sebagai pelengkap suasana,” ujarnya seperti dikutip dari video. (abw)

Editor : Ayu Oktaviana
#hotel #kicauan burung #Komersial #royalti #sumber suara #Lembaga Manajemen Kolektif Nasional #somasi #dasar hukum #rekaman #musik