KISAH tragis Affan Kurniawan (21) driver ojek online yang tewas dilindas mobil Brimob saat demo 28 Agustus di di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) menyisakan cerita yang memilikan.
Affan ternyata putus sekolah sejak kelas 1 SMK, ia terpaksa drop out (DO) dari sekolah karena keterbatasan ekonomi dan tidak bisa membayar sekolah.
Pria 21 tahun itu akhirnya memutuskan bekerja menjadi driver ojek online (ojol) selama kurang lebih lima atau enam tahun terakhir.
“Ya sebenarnya ini udah lima, enam tahun (ngojek). Udah nggak sekolah lagi itu, karena pernah masuk di SMK, di sini kan nggak kuat bayar, dikeluarin sama sekolahnya," ujar kakek Affan, Fachrudin (73) Jumat (29/8/2025).
"Iya, di-DO sama sekolahnya karena nggak mampu bayar," ucapnya.
"Yang jelas cuma punya ijazah SMP," sambung Fachrudin.
Setelahnya, Affan hanya fokus bekerja dan membantu keluarganya yang masih memiliki adik perempuan bernama Wulan.
Termasuk membantu kebutuhan keluarga karena sang ayah sudah tak bekerja.
"Membantu ekonomi keluarga. Karena masih punya adik, yang namanya Wulan. Satu-satunya perempuan. Almarhum nih, tengah-tengah yang nomor dua. Tiga bersaudara," pungkasnya.
Sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh.
Saat kericuhan, seorang pengemudi ojol tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob. (jpg/abw)