FENOMENA gaya hidup mewah pejabat publik kembali menuai perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada Ahmad Sahroni, mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang lekat dengan julukan Crazy Rich Tanjung Priok.
Nama Sahroni kembali ramai diperbincangkan setelah beredar kabar dirinya kabur ke Singapura di tengah gelombang demonstrasi besar yang melanda Jakarta dan sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
Massa pun menggeruduk rumah Ahmad Sahroni dan menjarah barang-barang mewah yang ada di rumah yang beralamatkan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/8/2025).
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 21 Februari 2025 untuk periode 2024, Sahroni tercatat mengoleksi 23 mobil dan 5 motor dengan total nilai mencapai Rp38,1 miliar.
Bukan kendaraan biasa, deretan koleksi tersebut terdiri dari mobil sport, klasik, hingga supercar dengan harga fantastis, bahkan beberapa di antaranya setara dengan showroom mobil mewah.
Beberapa nama mencolok antara lain Porsche 911 Sport Classic 2016 senilai Rp 14 miliar, Ferrari 366 tahun 2012 seharga Rp 2,5 miliar, Tesla Cybertruck 2024 Rp 4 miliar, hingga Porsche 9E3 RS 2016 Rp 6,6 miliar.
Tak hanya itu, koleksi motor eksotis seperti Harley Davidson Road Glide 2022 senilai Rp 1,66 miliar juga masuk dalam garasi pribadinya.
Menariknya, selain kendaraan mewah, Sahroni masih menyimpan sejumlah mobil klasik bernilai ratusan juta rupiah, seperti Mustang 1967, Mercedes-Benz 1957, hingga Volkswagen Beetle 1963.
Namun kendaraan bukanlah aset terbesar. Dalam laporan yang sama, Sahroni mencatat kekayaan total mencapai Rp 328,9 miliar.
Komposisi kekayaannya meliputi tanah dan bangunan Rp 139,5 miliar, harta bergerak lainnya Rp 107,7 miliar, kas dan setara kas Rp 78,3 miliar, serta surat berharga Rp 60 juta. Sahroni juga mengaku memiliki utang Rp 34,9 miliar.
Koleksi kendaraan mewah Sahroni kembali memantik kritik publik soal gaya hidup pejabat di tengah kondisi masyarakat yang masih bergulat dengan masalah ekonomi.
Fenomena pejabat dengan harta segunung dan mobil sport berjejer di garasi kerap menimbulkan jarak sosial dan politik kepercayaan.
Isu ini bukan yang pertama kali menyeret nama Sahroni. Sebelumnya, ia juga kerap tampil dengan gaya hidup glamor, dari jam tangan ratusan juta hingga koleksi kendaraan supercar yang dipamerkan di media sosial.
Di media sosial, publik ramai mempertanyakan asal-usul kekayaan Ahmad Sahroni. Bahasan bernuansa kritik mulai bermunculan, menyoroti apakah seorang pejabat publik wajar mengoleksi barang mewah sebanyak itu.
Seorang warganet menulis: "Boleh saja kaya, tapi rakyat berhak tahu, halal atau tidak uang itu? Jangan sampai kekayaan pejabat hanya jadi luka bagi rakyat kecil yang hidup pas-pasan."
Komentar lain bernada sinis: "Mobilnya 28, rakyat masih susah beli beras. Kok tega pamer kemewahan di tengah situasi sekarang?". (jpg/abw)