Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Warga Malangrejo Dilatih Buat Kompos dari Limbah Rumah Tangga

Ayu Oktaviana • Selasa, 23 September 2025 | 14:23 WIB
Tim pendidik UTY Bersama warga Padukuhan Malangrejo ketika pelatihan pembuatan kompos, Jumat (12/9) lalu.
Tim pendidik UTY Bersama warga Padukuhan Malangrejo ketika pelatihan pembuatan kompos, Jumat (12/9) lalu.

 

SLEMAN - Perguruan tinggi memiliki tiga Tridharma yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk memenuhi kewajiban tersebut, sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), menggelar sosialisasi dan pelatihan serta praktik pembuatan kompos dari limbah rumah tangga bagi warga Padukuhan Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan salah satu program hibah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemendiktisaintek.

Salah satu tim yang lulus dan menjalankan program tersebut, diketuai Tenaga Pendidik UTY Ir Dwi Kurniati ST MT mengatakan.

Sosialisasi, pelatihan dan praktik pengolahan limbah rumah tangga sesi pertama ini, dilakukan dengan skema kemitraan masyarakat.

“Terima kasih kepada peserta yang sudah hadir, ada dari enam RT, perwakilan kelompok wanita tani atau KWT Lestari, Bu Dukuh Malangrejo, Bu Lurah Wedomartani, tim, tentunya terima kasih juga kepada perguruan tinggi dan lainnya,” kata dosen teknik sipil UTY di sela kegiatan, Jumat (12/9/2025) lalu.

Usai mengikuti kegiatan digelar pukul 07.00 – 17.00 WIB, lanjut Dwi, warga pulang dibekali eco enzyme dan alat komposternya. Sehingga bisa praktik di rumah sendiri.

Tim pendidik UTY Bersama warga Padukuhan Malangrejo ketika pelatihan pembuatan kompos, Jumat (12/9) lalu.
Tim pendidik UTY Bersama warga Padukuhan Malangrejo ketika pelatihan pembuatan kompos, Jumat (12/9) lalu.

Menurutnya, kesadaran masyarakat masih minim karena masih banyak yang membuang sampah, dan kurangnya pengetahuan maupun praktik langsung terkait pengolahan limbah rumah tangga.

“Kita berharapnya antusiasme warga mengikuti kelas pengolahan limbah ini terus meningkat. Rencananya, setiap dua minggu kegiatan ini kita lakukan. Nanti, kita akan panen air lindi atau VOC dari kompos yang sudah dibuat tadi,” imbuhnya.

Setelah praktik mengompos sisa sayuran dan daun-daunan, warga dilatih membuat pupuk kompos. Membuat eco enzyme. Dilanjutkan membuat aquaponic atau beternak lele dalam galon. Termasuk membuat berkebun hidroponik di pekarangan rumah.

Dwi juga menceritakan, timnya mengusung judul Pemberdayaan masyarakart Malangrejo, sebagai Desa Kreatif Berbasis Ekonomi Sirkular, melalui Inovasi Pengolahan Limbah Plastik dan Rumah Tangga, memiliki berbagai tujuan.

Pertama, memberdayakan masyarakat Desa Malangrejo menjadi Desa Kreatif berbasis Ekonomi Sirkular, melalui pengolahan limbah plastik dan rumah tangga menjadi produk bernilai jual.

Kedua, meningkatkan literasi masyarakat tentang pengelolaan limbah berkelanjutan dan peluang ekonomi dari daur ulang.

Ketiga, menciptakan unit usaha kreatif yang berbasis komunitas dengan dukungan pelatihan, pendampingan, dan pemasaran produk.

Keempat, membangun kemandirian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan melalui inovasi berbasis lokal.

Semua itu, menerapkan metode partisipatif. Semua ikut berkontribusi nyata dalam mensukseskan program ini.

“Kebermanfaatan dirasakan sangat besar, mengingat setiap individu dapat menjadi agen perubahan dan diharapkan proses pengolahan limbah ini berkelanjutan selamanya, dan menjadikan lingkungan Malangrejo adaptif terhadap sampah limbah rumah tangga, yang berujung pada kemandirian pengolahan limbah rumah tangga dan kemandirian pangan pada setiap warganya,” tutupnya.(*/ram)

Angela Idang Belawan dan Suhuk
Angela Idang Belawan dan Suhuk
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Ayu Oktaviana
#Eco Enzyme #pengolahan limbah #ekonomi sirkular #limbah rumah tangga #Tridharma #hidroponik #kompos #lingkungan #beternak lele #daur ulang #Universitas Teknologi Yogyakarta