HEBOH makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) berdampak keracunan massal bagi-anak usai menyantap menu makan dengan hidangan ikan hiu.
Meski belum ada penjelasan jelas terkait menu ikan hiu yang disajikan bagi-anak di sekolah SDN 12 Benua Kayong, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalbar itu.
Lantas, mengonsumsi ikan hiu apakah memiliki manfaat atau justru berbahaya?
Mengutip dari halodoc, anggapan bahwa mengonsumsi ikan hiu itu baik untuk kesehatan ternyata salah.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 2009 menyatakan bahwa kandungan merkuri dalam ikan hiu sangatlah tinggi, bahkan, tertinggi di antara jenis ikan lainnya, yaitu 14 ppm.
Hal ini dikarenakan dalam tubuh ikan hiu terdapat akumulasi polutan dari hewan-hewan yang dimangsanya.
Kandungan merkuri yang tinggi dalam daging ikan hiu, dapat menimbulkan banyak dampak negatif bagi tubuh.
Seperti merusak sistem saraf pusat, memicu penyakit kardiovaskular, mengurangi kesuburan pria, dan menimbulkan berbagai penyakit neurodegenerative, yaitu penyakit penurunan fungsi otak, seperti alzheimer.
Parahnya lagi, jika dikonsumsi oleh anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan, kandungan merkuri dalam daging ikan hiu dapat memengaruhi perkembangan otak.
Akibatnya, beberapa kemampuan kognitif seperti kemampuan bahasa, memori, daya ingat, konsentrasi, hingga kemampuan motorik halus lainnya akan terganggu.
Selain itu, ikan hiu juga menumpuk senyawa berbahaya seperti arsenik dari ikan buruannya. Arsenik merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh.
Satu tetes saja dapat membunuh semua sel dan dalam jumlah tertentu zat ini dapat merusak paru-paru dan kulit.
Jika arsenik masuk dalam aliran darah, ia akan memengaruhi sel tubuh dan memicu pertumbuhan sel kanker. Mengejutkannya, senyawa arsenik ini justru terkonsentrasi pada bagian sirip, yang difavoritkan banyak orang. (net/abw)
Editor : Ayu Oktaviana