TEPUK sakinah yang digagas oleh Kantor Urusan Agama (KUA) viral di media sosial.
Beberapa petugas KUA dan juga masyarakat turut ikut mempraktikkan tepuk tersebut.
Yel-yel sederhana bertajuk “Tepuk Sakinah” yang biasa digunakan dalam bimbingan pra nikah di KUA, kini menjadi trend yang diikuti oleh semua kalangan.
Awalnya, yel-yel ini diperkenalkan sebagai bagian dari Bimbingan Perkawinan (Bimwin).
Dalam video yang beredar, penyuluh KUA mengajak calon pengantin bertepuk tangan sambil melantunkan bait-bait berisi pesan mendalam tentang kehidupan rumah tangga.
Meski formatnya sederhana, pesan yang terkandung di dalamnya ternyata cukup berat: lima pilar keluarga sakinah yang menjadi dasar membangun rumah tangga.
Lima pilar itu antara lain:
1. Zawaj (berpasangan)
2. Mitsaqan Ghalizan (janji kokoh)
3. Mu’asyarah Bil Ma’ruf (saling cinta, hormat, dan berbuat baik)
4. Musyawarah (berdiskusi dalam menyelesaikan masalah)
5. Taradhin (saling ridha dan menerima)
Sejumlah KUA, seperti KUA Panggang Gunung Kidul, KUA Pagu, KUA Wongsorejo, hingga KUA Menteng, ikut membagikan momen 'Tepuk Sakinah' lewat akun resmi TikTok mereka. Tak butuh waktu lama, konten ini pun menjadi bahan perbincangan hangat.
Bagi penyuluh, yel-yel ini hanyalah bagian dari ice breaking dalam sesi bimbingan, yang juga membahas topik serius seperti kesiapan emosional, finansial, kesehatan keluarga, hingga manajemen rumah tangga.
Namun, di tangan Gen Z, 'Tepuk Sakinah' justru berkembang jadi tren unik penuh komentar nyeleneh. Ada yang menilai pesan pernikahan di balik yel-yel itu terlalu kaku untuk generasi mereka.
Ada pula yang menanggapinya dengan candaan soal kehidupan rumah tangga. Tak sedikit yang mengaku justru makin takut membayangkan pernikahan gara-gara yel-yel ini.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana generasi muda menafsirkan pesan serius dengan gaya khas mereka: kritis, humoris, dan sering kali nyentrik.
“Tepuk Sakinah” mungkin hanya yel-yel sederhana di ruang bimbingan, tapi di dunia maya, ia berubah menjadi bahan obrolan viral yang merefleksikan cara Gen Z memandang pernikahan. (jpg/abw)
Editor : Ayu Oktaviana