Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Update! Santri Meninggal Dunia Sebanyak 53 Orang, dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Anisa Bahril Wahdah • Senin, 6 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Prosesi jenazah diantarkan ke rumah duka usai diidentifikasi di RS Bhayangkara, Minggu (5/10/2025). (JawaPos.com)
Prosesi jenazah diantarkan ke rumah duka usai diidentifikasi di RS Bhayangkara, Minggu (5/10/2025). (JawaPos.com)

 

JUMLAH korban meninggal pada insiden ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo terus meningkat.

Usai diterjunkannya alat berat untuk ekeskusi para korban tertimbun, jumlah santri meninggal dunia mencapai 53 orang.

Dari data itu, lima bagian tubuh belum dapat teridentifikasi secara penuh.

Data ini tercatat pada Minggu malam (5/10/2025) pukul 23.50 WIB sebagai bentuk perkembangan terbaru dari operasi evakuasi.

Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas Emi Freezer mengatakan bahwa tim berhasil mengevakuasi 27 jenazah tambahan sejak pagi hingga malam hari, termasuk 4 potongan tubuh.

Korban tersebut berasal dari sektor A1, A2, A3, dan A4, yang menjadi titik konsentrasi pencarian.

“Dengan demikian, hingga laporan terakhir, total terdapat 27 (dua puluh tujuh) dengan 4 (empat) body part korban berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi pada H.7 di sektor A1, A2, A3, dan A4,” ujar Emi, Minggu (5/10).

Dengan penemuan itu, total korban yang telah dievakuasi tim SAR mencapai 157 orang, dengan 104 selamat dan 53 meninggal, termasuk 5 body part.

Jumlah itu mencerminkan lonjakan dramatis sejak laporan awal yang sebelumnya menyebut angka lebih kecil.

Emi menyampaikan operasi evakuasi belum usai dan pembersihan reruntuhan masih difokuskan di sisi utara bangunan yang tidak lagi terintegrasi dengan struktur utama.

Basarnas bersama instansi terkait telah memetakan struktur bangunan dan zona runtuhan agar proses pencarian dan evakuasi lebih sistematis dan aman.

Dalam beberapa titik, tim harus membuat lorong sementara agar personel dapat menjangkau kedalaman reruntuhan.

Keluarga korban terus memantau proses evakuasi dan identifikasi melalui posko dan rumah sakit rujukan.

Kondisi emosional sangat tegang, terutama keluarga yang kehilangan anggota dengan kondisi belum utuh tubuhnya.

Pemerintah daerah dan pusat sudah diminta untuk memperhatikan aspek keselamatan konstruksi pondok pesantren ke depan agar tragedi serupa tidak terulang. Diskursus pun muncul soal regulasi bangunan keagamaan dan pengawasan teknis struktur di lingkungan pesantren.

Tim SAR menyatakan meskipun malam semakin larut, mereka akan mempertahankan operasi pencarian selama masih ada kemungkinan korban tertimbun tersisa.

Pembersihan puing pada bagian utara akan menjadi titik kunci berikutnya dalam usaha menemukan jenazah atau potongan tubuh tambahan.

Masyarakat diimbau untuk menjaga jarak dari lokasi reruntuhan agar pekerjaan SAR tidak terganggu dan keamanan terjaga.

Pemerintah daerah dan pusat sudah diminta untuk memperhatikan aspek keselamatan konstruksi pondok pesantren ke depan agar tragedi serupa tidak terulang.

Diskursus pun muncul soal regulasi bangunan keagamaan dan pengawasan teknis struktur di lingkungan pesantren.

Tim SAR menyatakan meskipun malam semakin larut, mereka akan mempertahankan operasi pencarian selama masih ada kemungkinan korban tertimbun tersisa.

Pembersihan puing pada bagian utara akan menjadi titik kunci berikutnya dalam usaha menemukan jenazah atau potongan tubuh tambahan.

Masyarakat diimbau untuk menjaga jarak dari lokasi reruntuhan agar pekerjaan SAR tidak terganggu dan keamanan terjaga. (jpg/abw)

Editor : Ayu Oktaviana
#potongan tubuh #santri #Pondok Pesantren Al Khoziny #evakuasi #Struktur bangunan #tim sar #alat berat #aspek keselamatan