Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Viral Kiper Muda Bandung ‘Dibawa’ ke Kamboja, KBRI Beberkan Fakta dan Kondisi Rizki Nur Fadhilah

Anisa Bahril Wahdah • Kamis, 20 November 2025 | 15:45 WIB
Kiper Muda Bandung Rizki Nur Fadhilah.
Kiper Muda Bandung Rizki Nur Fadhilah.

 

KASUS hilangnya Rizki Nur Fadhilah, remaja asal Kabupaten Bandung, sempat menyita perhatian publik setelah ramai disebut sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

Namun, perkembangan terbaru justru mengungkap fakta yang berbeda dari dugaan awal.

Polresta Bandung memastikan bahwa Rizki kini berada di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh dalam keadaan aman.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot.

“Rizki sudah berada di KBRI Phnom Penh, yang mana masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Olot di Bandung, Rabu (19/11/2025).

Rizki sebelumnya dikenal sebagai pesepakbola muda dari Dayeuhkolot. Namanya mendadak jadi perbincangan lantaran dikabarkan terjebak dalam jaringan TPPO dan dipaksa bekerja di sindikat online scam di Kamboja.

Tetapi laporan resmi KBRI Phnom Penh justru mematahkan banyak asumsi publik.

Dalam keterangan pers yang mereka rilis, Rizki datang ke KBRI pada Rabu (19/11) sekitar pukul 06.00 waktu setempat dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani.

“RNF memohon fasilitasi KBRI agar dapat kembali ke tanah air setelah keluar dari sindikat penipuan daring di mana dia sebelumnya bekerja,” tulis KBRI dalam keterangan resminya.

Setelah dilakukan pendalaman, terungkap bahwa Rizki berangkat ke Kamboja bukan karena tipu muslihat atau paksaan, melainkan atas kehendaknya sendiri setelah mendapatkan tawaran pekerjaan dari media sosial.

Lebih jauh, KBRI menjelaskan bahwa selama proses perekrutan hingga selama bekerja, Rizki tidak mengalami kekerasan.

“RNF mendapatkan info lowongan pekerjaan via sosial media dan selama proses perekrutan tidak mendapatkan tekanan. Tidak terdapat pula kekerasan fisik saat yang bersangkutan berada di sindikat penipuan daring di Sihanoukville,” tulis KBRI.

Berdasarkan fakta-fakta itu, KBRI menyimpulkan bahwa Rizki tidak terindikasi sebagai korban TPPO.

Saat ini, pihak KBRI tengah mengurus dokumen perjalanan untuk memulangkannya serta berkoordinasi dengan otoritas setempat agar proses kepulangannya dapat dipercepat.

Di Indonesia, sejumlah pihak sudah menyatakan kesiapannya membantu kepulangan Rizki, sementara kasus ini menjadi sorotan luas karena dianggap mencerminkan maraknya fenomena lowongan kerja "impian" di media sosial yang ternyata berujung jebakan.

KBRI pun mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh warga negara Indonesia agar lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri yang terdengar “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”.

Mereka mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap lowongan bergaji besar, pekerjaan mudah, dan minim syarat, terutama yang beredar di platform media sosial. (jpg)

Kadiskop UKM Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri menyempatkan waktu untuk melakukan monitoring pelaksanaan sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Pengurus  KDKMP di Pulau Sumbawa.
Kadiskop UKM Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri menyempatkan waktu untuk melakukan monitoring pelaksanaan sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Pengurus KDKMP di Pulau Sumbawa.
Editor : Ayu Oktaviana
#kbri #Polresta Bandung #kamboja #Rizki Nur Fadhilah #dayeuhkolot #online scam #Kerja Luar Negeri #Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)