SEBANYAK 187 pendaki Gunung Semeru berhasil mencapai Pos Perijinan dalam keadaan selamat pada Kamis (20/11/2025).
Setelah sebelumnya terjebak di kawasan Ranu Kumbolo akibat erupsi yang terjadi pada Rabu sore (19/11/2025).
“Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman," ujar Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit.
Para pendaki tersebut tiba secara bergelombang mulai pukul 12.14 WIB. Tim SAR gabungan bersama petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) turut memantau jalur pendakian menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Selain memastikan proses evakuasi pendaki berjalan aman, Tim SAR gabungan juga dikerahkan menuju wilayah terdampak erupsi, terutama di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
“Tidak ada korban jiwa di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, sebab sebelumnya seluruh warga telah melakukan evakuasi secara mandiri ke beberapa lokasi pengungsian,” sambungnya.
Namun, hingga Kamis malam (20/11), sebanyak tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat terkena material vulkanik Gunung Semeru. Mereka adalah Normawati (42), Hariyono (49), dan Dimas (50).
Normawati dan Haryono merupakan pasangan suami istri asal Kabupaten Kediri. Mereka terkena material panas saat melintas di sekitar Gladak Perak. Kini, keduanya dirawat intensif di RSUD Haryoto.
Sementara Dimas adalah warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. Ia terjebak di dalam rumah dan terkena banjir lahar Gunung Semeru. Dimas kini dirawat di RSUD Pasirian karena luka bakar grade 1. (jpg/abw)