Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Arus Jemaah 5 Rajab Sekumpul Padati Jalur Trans Kalimantan, Lonjakan Jemaah Kaltim Picu Kepadatan

Agus Pramono • Kamis, 25 Desember 2025 | 12:35 WIB
Kepadatan arus lalu lintas jemaah momen 5 Rajab di Kandangan.M. PADIL IHSAN UNTUK RADAR BANJARMASIN
Kepadatan arus lalu lintas jemaah momen 5 Rajab di Kandangan.M. PADIL IHSAN UNTUK RADAR BANJARMASIN

 

 

MEMASUKI momen 5 Rajab Sekumpul, arus jemaah lintas provinsi mulai memadati jalur trans-Kalimantan. Ruas Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, mengalami kemacetan signifikan sejak Kamis (25/12/2025) siang.

Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan mulai terasa sekitar pukul 11.30 Wita. Arus kendaraan melambat terutama saat jam istirahat, ketika rombongan jemaah berhenti di sejumlah titik peristirahatan di sepanjang jalur tersebut.

Relawan Posko Pantau Zona Jalan Ahmad Yani Muara Rantauan, Marzuki, mengatakan lonjakan volume kendaraan didominasi jemaah asal Kalimantan Timur.
“Sejak menjelang tengah hari volume kendaraan naik drastis. Mayoritas rombongan dari Kaltim,” ujarnya.

Relawan lainnya, Abdul Wahab, menambahkan bahwa keberadaan rest area turut memicu kepadatan. Banyaknya rombongan yang singgah membuat arus kendaraan tersendat di beberapa titik.
“Antusiasme jemaah untuk beristirahat cukup tinggi, ini memperlambat laju kendaraan,” katanya.

Meski demikian, sebagian jemaah mengaku perjalanan masih bisa diatur. Hilda, jemaah asal Kaltim, menyebut kemacetan tidak terlalu terasa karena berangkat lebih awal dan memanfaatkan singgah di rumah keluarga di sepanjang rute.
“Kami berangkat sejak Senin. Jadi tidak terlalu terasa macet,” tuturnya.

Di tengah meningkatnya arus jemaah 5 Rajab dan libur Natal-Tahun Baru, kabar baik datang bagi pengguna jalur trans-Kalimantan. Jembatan Sungai Batang Banyu 1 yang menghubungkan Desa Benua Raya dan Desa Gunung Raja, Kecamatan Bati-Bati, resmi kembali dibuka mulai Rabu (24/12/2025).

Jembatan tersebut kini dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat, dan dinilai krusial untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Tanah Laut.

Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto turun langsung meninjau lokasi guna memastikan jembatan aman dilalui serta mencegah potensi antrean panjang kendaraan. Peninjauan dilakukan bersama jajaran teknis, termasuk Kepala Dinas PUPRP Tala, Plt Kepala Dinas Perhubungan Tala, perwakilan BPJN, serta instansi terkait lainnya.

“Pembukaan jembatan ini untuk mendukung kelancaran arus Nataru dan 5 Rajab. Jemaah dari Kotabaru, Tanah Grogot, dan Tanah Bumbu menuju Martapura sudah bisa melintas. Saat ini kita buka dua jalur,” ujar Rahmat.

Ia juga mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses perbaikan serta berterima kasih kepada Kementerian PUPR dan BPJN atas percepatan penanganan jembatan.

Sementara itu, Plt Kepala Dishub Tanah Laut Tedy Mulyana menegaskan kendaraan roda enam ke atas dan angkutan berat masih dilarang melintas. Kendaraan bertonase besar dialihkan melalui jembatan darurat yang telah disiapkan.
“Pembatasan ini demi keselamatan dan menjaga struktur jembatan,” tegasnya.(jpc)

 

Editor : Agus Pramono
#hulu sungai selatan #martapura #5 Rajab Sekumpul #Sekumpul