Sebuah jembatan yang menjadi penghubung utama antara Dusun 2 dan Dusun 3 dilaporkan rusak parah hingga terputus total akibat derasnya aliran sungai.
Mengutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos grup), putusnya jembatan tersebut menyebabkan aktivitas warga antar dusun lumpuh sementara.
Akses harian yang biasa digunakan masyarakat kini tidak dapat dilalui karena badan jembatan dilaporkan hanyut terbawa arus, menyisakan pondasi di salah satu sisi sungai.
Di tengah kejadian tersebut, seorang warga setempat sempat terseret arus sungai. Peristiwa itu terjadi lantaran yang bersangkutan tidak mengetahui kondisi jembatan sudah tidak bisa dilalui.
Beruntung, warga sekitar dengan sigap memberikan pertolongan sehingga korban berhasil diselamatkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Camat Tambang Ulang, Khairil Fahmi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun hingga saat ini, pihak kecamatan masih melakukan penelusuran lebih lanjut di lapangan.
“Kami masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk melihat kondisi secara langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Selain merusak jembatan, hujan deras juga memicu genangan air di sejumlah permukiman warga. Beberapa desa di Kecamatan Tambang Ulang dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi.
“Kami rencananya akan singgah ke beberapa desa yang terdampak genangan, salah satunya di Desa Sungai Pinang,” kata Fahmi.
Berdasarkan dokumentasi video yang beredar, derasnya arus sungai membuat struktur jembatan tidak tersisa, sehingga jalur penghubung antar dusun benar-benar terputus. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan sosial.
Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat melintasi sungai atau jalur rawan banjir, sembari menunggu penanganan dan tindak lanjut dari instansi terkait. (mif)
Editor : Agus Pramono