KALTENG POS - Di era digital yang terus berkembang saat ini, gim online bisa menjadi hiburan yang sangat populer, baik dikalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Tak sedikit orang yang menjadikan gim online sebagai hobi untuk mengisi waktu luang.
Banyak diantaranya menghabiskan waktu hingga berjam-jam bahkan hingga melupakan atau tidak memedulikan aktivitas lainnya, misalnya pekerjaan atau tugas sekolah.
Namun, di balik keseruannya, kecanduan gim online membawa dampak negatif yang signifikan, baik bagi kesehatan fisik, mental, maupun sosial perilaku penggunanya.
Dampak negatif tersebut yang ditemukan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) baru-baru ini.
Wakil Bupati Kotim, Irawati mengungkapkan bahwa game online kini menjadi salah satu pintu masuk penyebaran paham radikal kepada anak-anak.
Setidaknya, ada dua anak di Kotim terindikasi mulai terpapar radikalisme setelah direkrut melalui permainan daring yakni gim Roblox
Seperti diketahui platform gim online Roblox yang diproduksi oleh perusahaan pengembang game asal Amerika Serikat (AS), Roblox Corporation yang saat ini banyak diperbincangkan warga net.
Popularitasnya kini tengah berkembang di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Tak seperti gim video konvensional, Roblox lebih seperti semesta digital, setiap penggunanya bebas untuk melakukan apa saja.
Dalam hal ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed sempat melayangkan larangan anak-anak untuk memainkan gim Roblox.
Pasalnya, banyaknya adegan kekerasan yang muncul dalam gim tersebut, sehingga dikhawatirkan bisa menjadi contoh yang buruk untuk anak-anak.
Dampak Roblox Terhadap Kesehatan Psikologis pada Anak
1. Gangguan Regulasi Emosi & Agresivitas
Paparan terhadap konten kekerasan atau horor (jumpscare) yang tidak sesuai usia dapat memicu perilaku agresif, impulsivitas, dan kesulitan mengontrol emosi di dunia nyata.
2. Risiko Eksploitasi & Predator Online
Fitur chat yang bebas membuka celah bagi predator untuk melakukan manipulasi psikologis (grooming). Anak-anak sering kali belum memiliki "benteng" mental untuk mengenali niat jahat di balik obrolan ramah.
3. Kecanduan (Adiksi) Digital
Sistem reward dan tantangan yang terus menerus membuat anak sulit berhenti. Hal ini berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, gangguan tidur, dan isolasi sosial dari teman sebaya di dunia nyata.
4. Kecemasan Akibat Perundungan (Cyberbullying)
Interaksi antar pemain bisa menjadi tempat ejekan atau pengucilan jika seorang anak tidak memiliki item populer atau kalah dalam permainan, yang dapat menurunkan kepercayaan diri anak.
5. Paparan "Judi Terselubung"
Banyak gim di Roblox menggunakan mekanisme loot box atau transaksi Robux yang memicu perilaku kompulsif mirip perjudian pada anak di usia dini.
Tips Memberikan Pemahaman kepada Anak akan Bahaya Roblox
Alih-alih melarang secara total yang justru memicu rasa penasaran, gunakan pendekatan dialog kolaboratif orang tua atau keluarga terhadap anak-anak.
1. Gunakan Analogi Pasar Malam
"Bermain Roblox itu seperti ke pasar malam. Banyak mainan seru, tapi ada juga lorong-lorong gelap dan orang asing yang tidak selalu berniat baik. Ayah/Ibu ingin kamu tetap di tempat yang terang dan aman."
2. Ajarkan Konsep Identitas Rahasia
Beri tahu anak bahwa di dunia digital, orang bisa berpura-pura menjadi siapa saja. "Meskipun karakter di gim terlihat seperti anak kecil, kita tidak tahu siapa yang memainkannya. Jadi, jangan pernah memberikan nama asli, sekolah, atau foto kita, sama seperti kita tidak bicara dengan orang asing di jalan."
3. Diskusikan Perasaan, Bukan Hanya Aturan
Tanyakan pengalaman mereka saat bermain untuk melatih kepekaan emosi. "Pernah tidak kamu merasa takut atau marah saat main?
Kalau itu terjadi, itu tandanya otakmu butuh istirahat. Kamu selalu bisa cerita ke Ayah/Ibu kalau ada yang membuatmu tidak nyaman di sana."
4. Buat Kontrak Digital Bersama
Libatkan anak dalam menentukan batasan waktu. "Menurutmu, berapa lama waktu yang pas untuk main supaya tugas sekolahmu tidak terganggu? Yuk, kita pasang timer bersama."
5. Langkah Teknis Keamanan untuk Orang Tua
Aktifkan Fitur Parental Control dengan membuat atau pasang PIN pada akun anak untuk membatasi jenis gim berdasarkan rating usia.
Langkah selanjutnya yakni dengan membatasi Fitur Chat dengan mengubah pengaturan privasi menjadi "Friends Only" atau matikan fitur chat sepenuhnya jika anak masih di bawah umur.
Orang tua bisa lakukan cara lain dengan bermain bersama (Co-playing). Cobalah masuk ke dunia yang mereka mainkan sesekali. Ini cara terbaik untuk memahami konten apa yang sebenarnya mereka konsumsi tanpa terkesan memata-matai. (*)
Editor : Ayu Oktaviana