Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Prabowo Ingatkan Bahaya Fitnah; Semua Agama Melarang Lho

Heron • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:07 WIB

Pada Perayaan Natal Nasional Presiden Prabowo Tegas Terbuka untuk Kritik yang Konstruktif 

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya terbuka terhadap kritik konstruktif, namun dengan tegas mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah yang berpotensi memecah belah bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1) malam. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi, tetapi fitnah tidak dapat dibenarkan oleh ajaran agama mana pun.

 “Silakan koreksi, silakan kritik, itu bagus. Tapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah, saya yakin di agama Kristen begitu juga,” ujar Prabowo.

Prabowo merespons dinamika yang berkembang di ruang publik, khususnya di media sosial, yang menurutnya memiliki dua sisi. Di satu sisi membawa manfaat, namun di sisi lain kerap digunakan untuk menyebarkan opini tanpa dasar fakta dan kebenaran.

Kebohongan dan Fitnah Picu Perpecahan Bangsa  

Ia menilai, informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan justru berpotensi memicu kegaduhan dan memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Jika dibiarkan, kebohongan dan fitnah dapat melahirkan kecurigaan, kebencian, hingga perpecahan nasional.

Dengan nada santai, Prabowo bahkan melontarkan kelakar terkait sejumlah pihak yang kerap mengaku memahami pikirannya.

“Banyak pakar itu bicara asal bicara. Kadang-kadang kalau saya mau cek apa yang dipikirkan Prabowo Subianto, saya cari podcast,” ujarnya sambil disambut tawa hadirin.

Meski demikian, Kepala Negara menegaskan dirinya memilih tidak memperbesar persoalan dan lebih mengedepankan sikap memaafkan demi menjaga persatuan bangsa.

Mengampuni adalah Semangat Persatuan dalam Keragaman

Ia juga menyinggung ajaran dalam agama Nasrani yang menekankan pentingnya saling mengampuni sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

“Di ajaran Nasrani harus memaafkan. Forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa nilai tersebut sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.

“Saya selalu ingin mencari kebaikan daripada ketidakbaikan. Saya ingin persatuan daripada perpecahan,” pungkasnya. (mr/nas/kp.jp)

Presiden Prabowo saat menghadiri perayaan Natal Nasional di Jakarta.
Presiden Prabowo saat menghadiri perayaan Natal Nasional di Jakarta.

 

Editor : Heron
#kritik presiden #perayaan natal nasional #Fitnah atau fakta #presiden prabowo subianto #natal nasional 2025