Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Menjelang Isra Mi'raj 2026: Jadwal Libur, Sejarah Agung, dan Hikmah di Balik 'Tahun Kesedihan'

Kiki KaltengPos • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:20 WIB
ILUSTRASI : Hikmah perjalanan Isra Mi
ILUSTRASI : Hikmah perjalanan Isra Mi

 

KALTENG POS – Umat Muslim di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, akan segera memperingati salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam: Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan refleksi spiritual tentang perjalanan menjemput perintah salat lima waktu. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai jadwal, latar belakang, dan makna di balik momen agung tersebut.

Jadwal Isra Mi'raj 2026: Potensi Long Weekend

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, peringatan Isra Mi'raj 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026, sedangkan

Penanggalan Hijriah yakni 27 Rajab 1447 H.

Pemerintah Indonesia melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri telah menetapkan hari tersebut sebagai Hari Libur Nasional.

Karena jatuh pada hari Jumat, masyarakat Indonesia berkesempatan menikmati libur panjang (long weekend) hingga Minggu, 18 Januari 2026.

Apa Itu Isra Mi'raj? Memahami Dua Perjalanan Suci

Isra Mi'raj terdiri dari dua rangkaian perjalanan luar biasa yang dilakukan Rasulullah SAW hanya dalam satu malam:

1. Isra: Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil Aqsa (Palestina) menggunakan Buraq.

2. Mi'raj: Kenaikan Nabi dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi di mana beliau berhadapan langsung dengan Allah SWT.

Di puncak perjalanan inilah, Rasulullah menerima perintah salat lima waktu yang menjadi tiang agama bagi setiap Muslim.

'Aam al-Huzn: Penghiburan di Tengah Ujian Berat

Peristiwa ini tidak terjadi begitu saja. Isra Mi'raj diturunkan Allah SWT sebagai bentuk "hadiah" dan penghiburan bagi Rasulullah yang saat itu berada dalam fase terendah dalam hidupnya, yang disebut sebagai 'Aam al-Huzn (Tahun Kesedihan).

Pada masa itu, Rasulullah baru saja kehilangan dua sosok pelindung utamanya yakni Siti Khadijah, Istri tercinta sekaligus pendukung ekonomi dan moral dakwah beliau. Kemudian Abu Thalib, Paman yang selalu pasang badan melindungi beliau dari ancaman kaum Quraisy.

Di tengah duka mendalam dan tekanan dakwah yang semakin keras, Allah SWT mengundang Nabi-Nya ke langit untuk memperkuat mental dan spiritualitas beliau.

Momentum Memperkuat Iman

Peringatan di tahun 2026 ini menjadi momen tepat bagi umat Muslim untuk tidak hanya menikmati libur panjang, tetapi juga merenungi kembali kualitas ibadah.

"Isra Mi'raj adalah bukti bahwa setelah kesulitan yang luar biasa, Allah menyediakan kemuliaan bagi mereka yang bersabar."

Melalui peringatan ini, diharapkan kita dapat meneladani keteguhan hati Rasulullah dan meningkatkan kualitas salat sebagai bentuk "Mi'raj" kecil kita dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#libur panjang #masjidil haram #27 rajab #spiritualitas dalam Islam #hari libur nasional #Spiritualitas dan ketaqwaan #long weekend #Tiang agama #Refleksi Spiritual #sejarah islam #Kaum Quraisy #Isra Mi'raj #dakwah #Spiritualitas #Peringatan Isra Mi'raj