MAKASSAR - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada hari kedua operasi, Minggu (18/1), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan serpihan utama pesawat hingga jenazah korban, meski harus berjibaku dengan cuaca buruk dan medan ekstrem.
Penyisiran yang dilakukan di kawasan perbukitan karst tersebut membuahkan hasil berupa roda, mesin, bagian badan dan ekor pesawat, serta Emergency Locator Transmitter (ELT).
Tak jauh dari lokasi ekor pesawat, tim juga menemukan bagian tubuh korban berjenis kelamin laki-laki, yang kemudian dievakuasi secara bertahap melalui jalur darat.
Di antara 1.214 personel SAR Gabungan yang dikerahkan, TNI Angkatan Darat menjadi unsur terbesar dan penggerak utama operasi. Kekuatan berasal dari Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad, yang dikenal memiliki kemampuan operasi di wilayah ekstrem.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan bahwa pencapaian ini diraih melalui perjuangan luar biasa. Tim harus menghadapi angin kencang 20–22 knot, visibilitas terbatas hanya sekitar 5 meter, kabut tebal sejak pagi, serta hujan yang turun pada siang hari.
Medan pencarian berada di ketinggian sekitar 1.353 mdpl, dengan tebing curam dan vegetasi rapat.
Berdasarkan pantauan udara pada pukul 07.17 WITA, tim darat bergerak dari dua titik berbeda menuju lokasi serpihan pesawat. Sekitar 300 meter dari Puncak Gunung Bulusaraung, bagian utama pesawat akhirnya berhasil dijangkau.
Pada pukul 08.37 WITA, Tim SAR Gabungan memastikan temuan tersebut dan langsung mengaktifkan sistem komunikasi Starlink untuk mempercepat koordinasi dan pelaporan.
Menurut Donny, keberhasilan ini tidak terlepas dari disiplin operasi, ketangguhan fisik, serta kemampuan teknis prajurit TNI AD, yang didukung peralatan modern seperti drone, GPS, Night Vision Goggle (NVG), radio taktis, kendaraan taktis, motor trail, hingga perlengkapan mountaineering.
“Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlanjut. TNI AD berkomitmen mendukung penuh upaya kemanusiaan ini sampai seluruh proses selesai,” tegas Donny.
Editor : Ayu Oktaviana