Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kisah Inspiratif di Balik Banjir Bandang Tapsel, Guru Nur Ali yang Ikhlas Hibahkan 7.500 Meter Tanah Demi Sekolah Anak-Anak

Heron • Rabu, 21 Januari 2026 | 17:45 WIB
Mengintip kisah inspiratif seorang guru di Tapsel, Nur Ali yang menghibahkan tanah pribadinya untuk bangun sekolah usai banjir bandang. (Dok. Kemenag)
Mengintip kisah inspiratif seorang guru di Tapsel, Nur Ali yang menghibahkan tanah pribadinya untuk bangun sekolah usai banjir bandang. (Dok. Kemenag)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Di tengah duka akibat banjir bandang yang melanda Tapanuli Selatan (Tapsel) pada akhir November 2025, muncul kisah menyentuh yang menghangatkan hati publik. Seorang guru bernama Nur Ali rela menghibahkan tanah pribadinya seluas 7.500 meter persegi demi pembangunan sekolah di Angkola Selatan, Tapsel, Sumatera Utara.

Kisah ketulusan Nur Ali ini viral di media sosial dan menuai pujian luas dari warganet. Salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @folkative pada Rabu (21/1/2026).

“Nur Ali, guru yang hibahkan 7.500 m² tanahnya untuk bangun sekolah,” tulis akun tersebut.

Hingga kini, unggahan itu telah disukai lebih dari 120 ribu pengguna Instagram, dengan ribuan komentar berisi doa dan apresiasi.

“Semoga dibalas pahala yang berlimpah dan doa dari semua orang yang terbantu nantinya,” tulis akun @ariefmohamad99.

“Sehat selalu, Bu. Semoga hidupnya penuh keberkahan,” timpal warganet lainnya.

Pengalaman di Arab Saudi Jadi Titik Balik

Di balik keputusan besar tersebut, tersimpan perjalanan hidup panjang Nur Ali. Ia diketahui pernah bekerja di berbagai tempat, termasuk Arab Saudi, yang membuka wawasannya tentang pentingnya pendidikan, khususnya pendidikan agama.

“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah,” ungkap Nur Ali, dikutip dari laman Kementerian Agama, Rabu (21/1/2026).

“Dari situlah muncul niat saya dan suami. Kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” lanjutnya.

Tanah Dihibahkan untuk Negara, Bukan Keluarga

Niat mulia itu kini bukan sekadar rencana. Dengan perjuangan panjang, Nur Ali bersama sang suami akhirnya membeli lahan dan menghibahkannya kepada negara melalui Kementerian Agama.

Ia menegaskan, tanah tersebut sejak awal tidak ditujukan untuk kepentingan keluarga, melainkan untuk kepentingan umat dan generasi masa depan.

“Saya ingin madrasah ini benar-benar menjadi milik umat dan negara. Jika dikelola Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Harapan Lahirkan Generasi Berilmu dan Berakhlak

Nur Ali berharap madrasah yang dibangun kelak mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak baik, dan bermanfaat bagi bangsa.

“Dengan pendidikan, anak-anak bangsa bisa menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” tuturnya penuh harap.

Kisah Nur Ali menjadi bukti bahwa di tengah bencana, ketulusan dan kepedulian masih tumbuh subur, memberi harapan baru bagi masa depan anak-anak Tapanuli Selatan.

Editor : Ayu Oktaviana
#pendidikan #tapanuli selatan #pendidikan agama #Angkola selatan #sumatera utara #generasi masa depan #guru #kementerian agama #banjir bandang