KALTENGPOS.JAWPOS.COM - Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1). Insiden ini menyebabkan dua anggota Polri meninggal dunia setelah tertabrak truk milik TNI Angkatan Darat yang tengah membawa pasukan untuk perbantuan penanggulangan bencana longsor.
Atas peristiwa tersebut, TNI AD secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan institusi Polri.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa Pangdam III/Siliwangi
Mayjen TNI Kosasih beserta seluruh jajaran Kodam III/Siliwangi turut berduka atas musibah tersebut.
“Peristiwa ini terjadi saat rombongan kendaraan dinas melaksanakan tugas kemanusiaan menuju lokasi bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu,” ujar Donny, Senin (26/1).
Dua anggota Polri yang gugur dalam kejadian tersebut adalah Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery. Keduanya disebut gugur saat menjalankan tugas pengabdian kepada negara.
Donny menegaskan bahwa kecelakaan ini merupakan musibah yang tidak diharapkan oleh siapa pun, terlebih karena terjadi di tengah misi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana.
Dalam keterangan yang sama, Donny juga menyampaikan pernyataan dari Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan yang memastikan bahwa tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam kecelakaan tersebut. Insiden dinyatakan sebagai kecelakaan murni.
Kodam III/Siliwangi, lanjut Donny, menyatakan menghormati dan mendukung sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan aparat berwenang agar penanganan insiden berlangsung profesional, objektif, dan transparan.
Sebagai bentuk empati, Inspektur Kodam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurul Yakin telah mengunjungi keluarga almarhum serta rekan-rekan sejawat korban di kepolisian untuk menyampaikan salam hormat dan duka cita dari Pangdam III/Siliwangi dan keluarga besar TNI AD.
“Soliditas dan sinergitas TNI–Polri akan terus kami jaga dan perkuat sebagai pilar utama stabilitas keamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Donny.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan risiko tinggi yang dihadapi aparat negara saat menjalankan tugas, terutama dalam misi kemanusiaan di tengah kondisi darurat bencana.
Editor : Ayu Oktaviana