Bakal Memperkuat Posisi Tawar dalam Menjaga Kedaulatan Udara
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Angkatan Udara (AU) Republik Indonesia bakal makin disegani dalam beberapa tahun mendatang.
Sebab pada saatnya nanti akan diperkuat sebanyak 42 unit jet tempur Rafale yang dibeli dari Prancis, dalam kontrak besar yang ditandatangani saat Presiden Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan.
Dari ke-42 unit jet tempur yang bakal menjadi tulang pungggung pertahanan wilayah udara negeri ini, ternyata sudah ada tiga unit mendarat di bumi tercinta. Ini sekaligus menjadi penanda dimulainya realisasi modernisasi besar-besaran alutsista TNI AU.
Pengiriman selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, dengan target kedatangan gelombang demi gelombang mulai akhir Januari 2026.
Tanpa seremoni megah dan publikasi berlebihan, tiga pesawat tempur generasi 4,5 yang digadang-gadang sebagai tulang punggung baru kekuatan udara nasional itu kini parkir di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Kementerian Pertahanan memastikan, meski belum diterima secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto, ketiga Rafale tersebut sudah resmi diserahterimakan dan siap digunakan oleh TNI Angkatan Udara.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengungkapkan bahwa pengiriman Rafale dilakukan bertahap dari Prancis, dan tahap awal baru mencakup tiga unit.
“Dapat kami sampaikan bahwa 3 unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru,” ujar Rico, Selasa (27/1).
Menunggu Presiden, Tapi Sudah Siap Tempur
Rico menjelaskan, seremoni penerimaan resmi oleh Presiden Prabowo masih menunggu penyesuaian agenda Istana.
Namun dari sisi administrasi dan teknis, pesawat tempur tersebut sudah berstatus operasional.
“Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU,” tegasnya.
Artinya, meski belum diperkenalkan secara resmi ke publik, Rafale sudah bisa dilibatkan dalam latihan maupun operasi pertahanan udara nasional.
Pekanbaru Jadi Basis Kekuatan Udara Baru
Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin resmi dipilih sebagai markas Rafale. Sebagai bagian dari transisi, TNI AU telah memindahkan pesawat tempur Hawk 109/209 dari skadron tersebut ke Skadron Udara 1 di Lanud Supadio, Kalimantan Barat.
Pergeseran ini dilakukan melalui upacara tradisi militer sebagai simbol estafet pengabdian alutsista.
“Tradisi pelepasan pesawat merupakan bentuk penghormatan terhadap alutsista yang telah mengabdi, sekaligus simbol estafet pengabdian antarsatuan,” ujar Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto.
Masuknya Rafale ke Indonesia tak hanya soal pembaruan alutsista, tetapi juga mengirim pesan strategis ke kawasan.
Dengan kemampuan radar, persenjataan mutakhir, dan daya jelajah tinggi, Rafale diyakini akan meningkatkan daya gentar sekaligus posisi tawar Indonesia dalam menjaga kedaulatan udara.
Editor : Ayu Oktaviana