TANGERANG - Kota Tangerang mendadak jadi perbincangan hangat setelah kawasan Jalan KS Tubun, Karawaci, terpilih menjadi lokasi syuting produksi film internasional asal Korea Selatan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menilai momentum ini sebagai peluang emas untuk memperkenalkan wajah kota ke kancah dunia.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengungkapkan bahwa kehadiran kru film dan artis mancanegara di "Kota Seribu Industri" ini membawa dampak domino yang sangat positif.
"Exposure global ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta menggerakkan UMKM lokal yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi," ujar Boyke dalam keterangannya, Jumat (31/1/2026).
Bukan sekadar urusan kamera dan akting, Boyke menegaskan bahwa syuting film berskala besar ini melibatkan banyak elemen lokal.
Mulai dari jasa penyediaan makanan (catering), transportasi, hingga kebutuhan logistik lainnya yang bersumber dari pelaku usaha di Tangerang.
Ini menjadi bukti bahwa Kota Tangerang memiliki potensi besar sebagai destinasi film tourism yang menarik bagi rumah produksi internasional.
Respons Penutupan Jalan dan Permohonan Maaf
Kegiatan syuting ini memang berdampak pada penutupan sementara Jalan KS Tubun, Karawaci.
Menanggapi keluhan terkait kemacetan atau ketidaknyamanan warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang pun menyampaikan permohonan maafnya.
“Komitmen kami adalah tetap mengutamakan kepentingan dan kenyamanan warga. Kegiatan ini kami pastikan berjalan tertib, aman, serta selesai sesuai jadwal,” tambah Boyke.
Pemerintah daerah sangat mengapresiasi pengertian warga yang telah mendukung kelancaran proses syuting demi membawa nama baik Kota Tangerang ke tingkat internasional.
Sementara itu Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menjelaskan bahwa skala produksi film ini cukup besar sehingga izin utamanya dikeluarkan langsung oleh otoritas pusat.
"Izin utama kegiatan syuting tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Kebudayaan serta Korlantas Polri. Sementara itu, Pemkot Tangerang menerima tembusan sebagai bagian dari koordinasi di daerah, khususnya terkait pengaturan wilayah dan lalu lintas," jelas Sachrudin.
Dengan adanya syuting film Korea ini, diharapkan titik-titik ikonik di Kota Tangerang nantinya akan muncul di layar lebar internasional dan menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung langsung. (*)
Editor : Ayu Oktaviana