Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pemerintah Siapkan Bansos Beras dan Minyak untuk 35 Juta Keluarga Miskin saat Ramadan dan Menjelang Idulfitri 2026

Agus Pramono • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:32 WIB
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin jumpa pers.HUMAS
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin jumpa pers.HUMAS

 

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah menyiapkan bantuan pangan untuk 35,04 juta masyarakat miskin.

Bantuan pangan terdiri dari 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng. Diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat miskin di bulan Ramadan.

Bantuan pangan tersebut ditujukan untuk masyarakat yang berada di desil 1-4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN). Desil 1-4 adalah kelompok masyarakat sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin.

“Pemerintah menyalurkan bantuan pangan yaitu bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan, target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4," kata Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Untuk bantuan pangan ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun. Bantuan akan disalurkan selama dua bulan mulai pertengahan Februari ini.

Airlangga meminta kementerian dan lembaga terkait mau pun pemerintah daerah agar mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan.

"Estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadan atau Februari. Pemerintah mau pun kementerian lembaga yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan," tutupnya.


Mudik gratis lebaran 2026, 34 Provinsi Jadi Tujuan

Pemerintah Kembali membuka program mudik gratis untuk menyambut Lebaran 2026. Mudik gratis ini menjadi salah satu dari paket stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah hari ini, Selasa (10/2) di Stasiun Gambir, Jakarta.

Paket stimulus ekonomi ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas dan konsumsi domestik.

Kementerian Perhubungan menjadi salah satu motor utama pelaksanaan program tersebut. Pemerintah menargetkan puluhan ribu pemudik dapat memanfaatkan fasilitas ini, baik melalui bus maupun kereta api.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, program mudik gratis menjadi langkah konkret pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga pergerakan ekonomi selama musim Lebaran.

“Kementerian Perhubungan juga menyiapkan beberapa diskon di antaranya untuk moda transportasi. Kami menyiapkan mudik gratis untuk 34 tujuan provinsi dengan menggunakan 401 kendaraan bus,” ujar Dudy di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Selain bus, pemerintah juga menyiapkan tiket gratis untuk penumpang transportasi kelas ekonomi.

Menurut Dudy, program tersebut menyasar sekitar 50.000 penumpang agar dapat pulang kampung tanpa beban biaya perjalanan.

Tidak hanya itu, Kementerian Perhubungan juga menyediakan mudik gratis menggunakan kereta api untuk jalur Pulau Jawa.

Program ini mencakup lintas utara, tengah, dan selatan, dengan target sekitar 28.182 penumpang.

Program ini rencananya akan dibuka secara bertahap menjelang periode mudik, dengan pendaftaran dilakukan melalui kanal resmi pemerintah dan mitra transportasi. (ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#bantuan pangan #pulang kampung #mudik gratis #Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi #keluarga penerima manfaat #minyak goreng #logistik #stimulus ekonomi #tiket gratis #pertumbuhan ekonomi #Arus Mudik 2026 #moda transportasi #kereta api #airlangga hartanto #miskin #beras #lebaran 2026