Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sidang Isbat 1 Ramadan 2026 Digelar Besok, BMKG Pantau Hilal di 37 Titik, dan Bacaan Niat Puasa

Agus Pramono • Senin, 16 Februari 2026 | 15:45 WIB
MENCARI PAHALA: Jemaah yang berada di Masjid Nurul Islam memilih membaca Al- Qur’an di tengah-tengah menjalankan ibadah puasa, Jumat (24/3).ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
MENCARI PAHALA: Jemaah yang berada di Masjid Nurul Islam memilih membaca Al- Qur’an di tengah-tengah menjalankan ibadah puasa, Jumat (24/3).ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Penentuan awal puasa ini akan didasarkan pada hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk mendukung proses tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pengamatan hilal pada 17–18 Februari 2026 di 37 titik di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan akan diserahkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat.

BMKG Turunkan Tim dan Peralatan Optik

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Rajab, menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan tim terbaik dengan dukungan peralatan optik dan instrumen memadai untuk memastikan akurasi pengamatan hilal.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida, menegaskan bahwa data hisab menjadi dasar teknis dalam memprediksi potensi visibilitas hilal. Titik pengamatan dipilih berdasarkan parameter astronomis serta mempertimbangkan kondisi cuaca setempat.

“Hasil pengamatan hilal akan menjadi pertimbangan penting dalam sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan,” ujarnya.

Prediksi Awal Ramadan 2026 Secara Global

Umat Islam di berbagai negara kini menantikan datangnya Ramadan 1447 H. Berdasarkan perhitungan kalender astronomi internasional, mayoritas negara diperkirakan memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pada Rabu malam, 18 Februari 2026, posisi hilal diprediksi telah memenuhi kriteria visibilitas di banyak wilayah dunia.

Dengan demikian, salat Tarawih pertama kemungkinan dilaksanakan pada Rabu malam tersebut.

Di Arab Saudi dan sebagian besar negara Timur Tengah, kalender resmi Umm al-Qura juga menempatkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026. Penetapan ini biasanya menjadi rujukan bagi komunitas Muslim di Eropa dan Amerika Serikat.

Penetapan Ramadan di Indonesia Tunggu Sidang Isbat

Meski kalender astronomi menunjukkan tanggal yang sama, Indonesia tetap menunggu hasil sidang isbat. Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni:
• Tinggi hilal minimal 3 derajat
• Elongasi minimal 6,4 derajat

Kombinasi metode hisab dan rukyat menjadi dasar resmi penetapan awal Ramadan di Indonesia.

Potensi Puasa Serentak 2026

Para ahli astronomi menyebutkan bahwa posisi bulan saat matahari terbenam pada 18 Februari 2026 cukup tinggi di sebagian besar wilayah dunia. Hal ini meningkatkan peluang awal Ramadan 1447 H berlangsung serentak antara metode hisab dan rukyat.

Muhammadiyah, yang menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, diperkirakan juga menetapkan 19 Februari 2026 sebagai awal Ramadan. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga toleransi jika terjadi perbedaan teknis dalam hasil pengamatan.

Kapan Niat Puasa Ramadan Dibaca?

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari, mulai setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Niat tidak wajib diucapkan secara keras, karena yang terpenting adalah niat dalam hati.

Namun, melafalkan niat dianjurkan oleh banyak ulama untuk membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan.

Apakah Niat Harus Setiap Hari?

• Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadan harus diperbarui setiap malam.
• Dalam mazhab Maliki, niat boleh dilakukan untuk satu bulan penuh di awal Ramadan selama tidak terputus oleh hal yang membatalkan puasa, seperti safar atau sakit.

Hakikatnya, niat adalah pekerjaan hati. Ketika seseorang telah bertekad untuk berpuasa esok hari, hal itu sudah dianggap cukup sebagai niat.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sidang isbat yang digelar 17 Februari 2026 akan menjadi penentu resmi awal puasa Ramadan 1447 H di Indonesia.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman pemerintah dan tetap menjaga suasana kondusif menjelang bulan suci.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Bacaan niat puasa untuk satu bulan penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”(ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#salat tarawih #Kalender astronomi #MABIMS #hilal #awal ramadan #perhitungan astronomi #niat puasa #Niat Puasa Ramadan #1 Ramadan 1447 Hijriah #kemenag #sidang isbat #Ramadan 1447 H