Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2026, Wajib atau Tradisi? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

Agus Pramono • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:20 WIB
Ilustrasi mandi
Ilustrasi mandi

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam setiap tahunnya.

Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026, muncul pertanyaan yang kerap disampaikan masyarakat: apakah perlu mandi wajib sebelum memulai puasa Ramadhan?

Dikutip dari detikcom, tradisi mandi atau keramas di malam terakhir bulan Sya’ban masih dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk persiapan lahir dan batin menyambut bulan suci.

Apakah Mandi Sebelum Puasa Itu Wajib?

Secara fikih, mandi sebelum puasa Ramadhan tidak wajib, kecuali seseorang berada dalam kondisi hadas besar yang memang mewajibkan mandi besar (mandi junub).

Tidak ada tuntunan khusus dari Nabi Muhammad SAW yang mewajibkan mandi sebelum memasuki puasa Ramadhan. Artinya, jika seseorang dalam keadaan suci, ia tetap sah menjalankan puasa tanpa harus mandi terlebih dahulu.

Namun, jika mandi dilakukan sebagai bentuk persiapan diri dan mengikuti tradisi yang baik, maka hal tersebut diperbolehkan dan bernilai positif sebagai upaya menyucikan diri secara simbolis.

Niat Mandi Sunnah Sebelum Puasa Ramadhan

Bagi yang ingin melaksanakan mandi sunnah sebelum Ramadhan, berikut bacaan niatnya:
Arab:

نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ اللَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu ada’al ghuslil masnuuni lii fii hadzihil lailati min ramadhaana lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Niat dibaca dalam hati bersamaan saat pertama kali membasuhkan air ke tubuh.

Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

Pada dasarnya, tata cara mandi sunnah ini sama seperti mandi wajib, yaitu:
1. Membaca niat.
2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
3. Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis.
4. Berwudhu seperti hendak salat.
5. Mengguyurkan air ke kepala tiga kali sambil menyela pangkal rambut.
6. Mengguyurkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri.
7. Memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat, termasuk lipatan kulit.
8. Dianjurkan membaca doa setelah mandi.

Doa Setelah Mandi

Arab:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Latin:
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrin.

Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang mensucikan diri.”

Kapan Niat Puasa Ramadhan Dibaca?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, yakni setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Niat tidak wajib dilafalkan secara keras karena hakikatnya adalah pekerjaan hati.

Meski demikian, melafalkan niat dianjurkan oleh sebagian ulama untuk membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan.

Apakah Niat Harus Setiap Hari?

• Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa wajib diperbarui setiap malam.
• Dalam mazhab Maliki, niat boleh dilakukan sekali untuk satu bulan penuh selama tidak terputus oleh hal yang membatalkan puasa, seperti safar atau sakit.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Niat harian:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Niat satu bulan penuh (pendapat Imam Malik):

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Sebagai informasi, sidang isbat yang digelar pada 17 Februari 2026 akan menjadi penentu resmi awal Ramadhan 1447 H di Indonesia. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman pemerintah dan tetap menjaga suasana kondusif dalam menyambut bulan suci.

Pada akhirnya, mandi sebelum puasa bukanlah kewajiban, melainkan tradisi yang boleh dilakukan. Yang terpenting adalah kesiapan hati, niat yang tulus, dan komitmen untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.

Editor : Ayu Oktaviana
#Ramadhan 1447 Hijriah #mandi sunnah #bulan suci ramadhan #niat puasa #mandi junub #Tata cara mandi #niat mandi sunnah #niat puasa ramadhan #sidang isbat