Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Wamenag Tegas: Tak Ada Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan

Heron • Rabu, 18 Februari 2026 | 19:00 WIB

Panitia Buka Puasa di Masjid Raya Darussalam menyediakan menu kare ayam untuk buka puasa pertama di Ramadan 1444 H, Kamis (23/3). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Panitia Buka Puasa di Masjid Raya Darussalam menyediakan menu kare ayam untuk buka puasa pertama di Ramadan 1444 H, Kamis (23/3). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

Toleransi Dijaga; Hormati Juga Orang yang Berpuasa

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i menegaskan tidak boleh ada aksi sweeping rumah makan selama bulan suci Ramadan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Enggak ada, enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping lah,” tegas pria yang akrab disapa Romo Syafii di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2).

Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum memperkuat nilai toleransi, bukan justru memicu ketegangan. Ia menekankan bahwa selain umat Islam yang berpuasa, ada juga masyarakat lain yang tidak menjalankan puasa, baik karena perbedaan keyakinan maupun alasan tertentu.

“Selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa. Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya hormati juga orang yang puasa,” ujarnya.

Syafii menilai sikap saling menghormati adalah kunci menjaga suasana tetap kondusif selama Ramadan. Ia optimistis, jika prinsip tersebut dipegang bersama, bulan suci akan berlangsung damai dan penuh kekhusyukan.

“Saya kira harmoni ini akan melahirkan situasi yang cukup baik dengan masyarakat kita,” katanya.

Pernyataan itu juga sejalan dengan imbauan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Komisi VIII DPR RI yang meminta umat Islam menjalankan puasa dengan khusyuk, sekaligus mengedepankan sikap saling menghormati.

Wamenag mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kewajiban atau keyakinan yang sama dalam menjalankan ibadah puasa. Karena itu, keberadaan rumah makan atau fasilitas umum yang tetap beroperasi tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

 Baca Juga: Tiket Pesawat Lebaran 2026 Turun hingga 18%! Garuda & Citilink Beri Diskon Besar Jelang Mudik

“Enggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia dibangun di atas keberagaman. Pendekatan persuasif dan toleran dinilai jauh lebih tepat dibanding tindakan sweeping atau pemaksaan yang berpotensi memecah persatuan.

“Harus dipertimbangkan koridor membangun kebersamaan, membangun kekompakan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan,” pungkasnya.

Dengan Ramadan yang tinggal menghitung hari, pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga ketertiban dan menjadikan bulan suci sebagai momentum mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.

Editor : Ayu Oktaviana
#romo syafii #nilai toleransi #fasilitas umum #Majelis Ulama Indonesia (MUI) #bulan suci ramadan #keberagaman #kondusif #Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi i #ketertiban #aksi sweeping #Aksi Sweeping Bakal Ditindak Tegas