Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ikrar Tulus dari Tanah Papua: Dua Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI, Pendekatan Kemanusiaan TNI Berhasil Membuka Hati

Agus Pramono • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:40 WIB
Satgas Yonif 631/Antang berhasil memeluk kembali dua orang anggota OPM Kodap 8 Intan Jaya ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Satgas Yonif 631/Antang berhasil memeluk kembali dua orang anggota OPM Kodap 8 Intan Jaya ke pangkuan Ibu Pertiwi.

PAPUA – Sebuah momentum penuh makna terjadi di wilayah penugasan Satgas Yonif 631/Antang. Dua orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap 8 Intan Jaya secara sukarela menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan meninggalkan jalan kekerasan.

Ikrar tersebut menjadi simbol bahwa Papua adalah bagian yang utuh dari NKRI, sekaligus bukti bahwa pendekatan kemanusiaan mampu membuka ruang dialog dan kesadaran.

Pendekatan Humanis dan Persuasif

Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan humanis yang konsisten dilakukan Satgas Yonif 631/Antang di wilayah tugasnya. Melalui komunikasi intens, penuh empati, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, prajurit TNI berupaya membangun kepercayaan dengan masyarakat maupun pihak-pihak yang selama ini berada di luar sistem.

Pendekatan tersebut perlahan membuahkan hasil. Kesadaran muncul dari kegelisahan melihat dampak kekerasan terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa. Situasi itu mendorong keduanya untuk melakukan refleksi dan memilih jalan damai.

Dengan penuh keikhlasan, mereka menyatakan sikap meninggalkan aktivitas bersenjata dan membacakan ikrar setia kembali kepada NKRI.

Pembacaan ikrar setia oleh dua orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap 8 Intan Jaya yang kembali pada NKRI.
Pembacaan ikrar setia oleh dua orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap 8 Intan Jaya yang kembali pada NKRI.

Jalan Damai untuk Papua

Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan stabilitas keamanan dengan pendekatan yang mengutamakan dialog dan kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bahwa keteladanan, komunikasi, serta sentuhan kemanusiaan mampu membuka hati dan pikiran untuk kembali memilih persatuan.

"Satgas berkomitmen menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan merawat persatuan demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai NKRI,"katanya Rabu (18/2/2026).

Ikrar yang terucap bukan sekadar pernyataan, melainkan harapan baru bahwa jalan damai selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali merangkul Sang Merah Putih.

Editor : Ayu Oktaviana
#kemanusiaan #Organisasi Papua Merdeka (OPM) #kekerasan #sang merah putih #Satgas Yonif 631 #Yonif 631 Antang #Letkol Inf Andy Darnianto #dampak kekerasan #ikrar setia #nkri #papua #Negara Kesatuan Republik Indonesia #stabilitas keamanan #prajurit tni #persatuan