KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit 2026 segera hadir dan kembali membuka peluang bagi pekebun, keluarga pekebun, karyawan/pekerja perkebunan, pengurus kelembagaan dan asosiasi pekebun sawit, serta aparatur sipil negara (ASN) dan penyuluh di sektor kelapa sawit.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul dan profesional di sektor perkebunan. Calon peserta diimbau untuk menyiapkan diri serta memantau informasi resmi melalui laman Direktorat
Jenderal Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Sudah Jangkau Ribuan Penerima
Merujuk informasi yang dihimpun InfoSAWIT, Senin (2/3/2026), sejak pertama kali diluncurkan pada 2016, program beasiswa sawit telah menjangkau 9.265 penerima manfaat dengan total realisasi anggaran mencapai Rp938 miliar. Angka tersebut mencerminkan konsistensi dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan nasional.
Pada 2025, BPDP menyalurkan beasiswa kepada 4.000 penerima baru untuk jenjang pendidikan D1 hingga S1. Program ini tersebar di 71 program studi dan bekerja sama dengan 41 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Prioritas penerima tetap diberikan kepada anak pekebun, pekerja perkebunan, penyuluh, serta ASN yang bertugas di sektor sawit. Diharapkan, para lulusan tidak hanya terserap di industri besar, tetapi juga kembali ke daerah asal guna memperkuat perkebunan rakyat dan meningkatkan produktivitas.
Mandat Baru, Cakupan Diperluas
Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP kini tidak hanya mengelola dana perkebunan kelapa sawit, tetapi juga komoditas kelapa dan kakao. Dengan mandat tersebut, program beasiswa serta peningkatan kapasitas SDM diproyeksikan akan diperluas mencakup dua komoditas unggulan tersebut.
BPDP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi generasi muda perkebunan.
Dengan penguatan SDM yang berkelanjutan, pengembangan industri perkebunan nasional diharapkan tidak hanya bertumpu pada sawit, tetapi juga semakin kokoh melalui kontribusi kelapa dan kakao.(ram)
Editor : Ayu Oktaviana