Bahas Geopolitik Global Tapi Fokus pada Ketahanan Energi dan Pangan
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM— Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan lintas generasi pemimpin nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3) malam, sebagai langkah memperkuat konsolidasi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Pertemuan tersebut dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.
Sejumlah ketua umum partai politik koalisi, menteri Kabinet Merah, mantan Menteri Luar Negeri, hingga perwakilan dunia usaha turut hadir dalam forum yang berlangsung sekitar empat jam itu.
Respons Terhadap Situasi Global
Pertemuan digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional, termasuk situasi di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi global.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mengantisipasi dampak global terhadap Indonesia.
“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,” ujar Bahlil usai pertemuan.
Isu yang dibahas meliputi perkembangan geopolitik, kesiapan pertahanan nasional, serta langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
Fokus Ketahanan Pangan dan Energi
Ketua Umum PKS Almuzzammil Yusuf menyebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional, termasuk dalam sektor pangan dan energi.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan rantai pasok global maupun fluktuasi harga energi dunia.
“Intinya pada pertahanan kita dan kesiapan menghadapi krisis. Beliau menjelaskan tentang persiapan pangan, energi, dan dialog elite kita,” kata Almuzzammil.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz, dinilai dapat memengaruhi distribusi minyak dunia. Indonesia sebagai negara pengimpor energi tentu perlu memperkuat mitigasi risiko.
Konsolidasi Politik dan Stabilitas Nasional
Selain isu global, pertemuan ini juga menjadi simbol konsolidasi politik nasional. Kehadiran para mantan presiden dan wakil presiden menunjukkan upaya membangun kesatuan sikap lintas generasi dalam menghadapi tantangan eksternal.
Pemerintah menilai stabilitas politik domestik menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan pasar dan keberlanjutan pembangunan.
Kehadiran perwakilan dunia usaha seperti KADIN, APINDO, dan HIPMI juga menunjukkan bahwa koordinasi tidak hanya dilakukan di tingkat politik, tetapi juga melibatkan sektor ekonomi.
Komitmen Kolaboratif
Forum ini mencerminkan pendekatan kolaboratif pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global. Dengan mengundang tokoh nasional dari berbagai latar belakang, pemerintah berupaya menciptakan ruang dialog yang inklusif dan berbasis kepentingan nasional.
Langkah tersebut sekaligus mengirimkan pesan bahwa stabilitas dan kepentingan bangsa menjadi prioritas utama di tengah perubahan geopolitik dunia yang cepat.
Editor : Ayu Oktaviana