Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Publik Tak Perlu Khawatir, Menkeu Purbaya Menjamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Agus Pramono • Senin, 6 April 2026 | 14:55 WIB
Pengendara mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Palangka Raya, Senin (20/10/2025). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Pengendara mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Palangka Raya, Senin (20/10/2025). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

 

JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, di tengah kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan harga energi global.

Dalam keterangannya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Senin (6/4/2026), Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario fiskal untuk mengantisipasi gejolak harga minyak dunia. Bahkan, simulasi perhitungan telah dilakukan dengan asumsi harga minyak mentah mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi,” ujarnya.

Baca Juga: APBN Tekor di Kuartal I 2026, Belanja Negara Tembus Rp815 Triliun

Ia menjelaskan, langkah tersebut bukan tanpa dasar. Pemerintah telah menghitung secara matang kemampuan anggaran negara dalam menahan beban subsidi, termasuk jika terjadi lonjakan harga minyak dalam periode tertentu.

“Kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata 100 dolar. Artinya nanti ada yang di atas 100 dolar dalam periode tertentu, kita masih kuat dengan existing anggaran yang ada,” ujarnya.

Purbaya juga menepis berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan meminta publik tidak mudah terpancing isu yang belum jelas sumbernya.

“Jadi masyarakat tidak usah ribut, tidak usah takut, kita sudah hitung,” katanya.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia saat ini masih memiliki bantalan yang cukup kuat untuk menjaga stabilitas harga energi bersubsidi. Pemerintah bahkan telah menyiapkan cadangan tambahan sebagai langkah antisipasi jika tekanan global semakin meningkat.

“Kalau kepepet, masih ada lagi. Jadi ada bantalan. Negara kita aman,” ucapnya.

Ia pun berharap dukungan dari DPR, khususnya Komisi XI, agar pengelolaan anggaran negara tetap berjalan optimal di tengah dinamika ekonomi global. Dengan sinergi tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga BBM bersubsidi dapat terus terjaga tanpa membebani masyarakat. (mif)

Editor : Agus Pramono
#Purbaya Yudhi Sadewa #bbm subsidi #harga bbm subsidi