KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait sorotan publik terhadap pengadaan motor yang diperuntukan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti terkait pengadaan motor listrik yang diperuntukkan untuk kepala SPPG tersebut.
Baca Juga: Berikut Spesifikasi Sepeda Motor Listrik Operasional Kepala SPPG, Harga Tembus Puluhan Juta
Purbaya mengungkapkan, rencana pengadaan kendaraan operasional dan komputer sebenarnya bukan hal baru. Ia menyebut usulan serupa sempat muncul pada tahun sebelumnya, namun tidak disetujui karena dinilai belum menjadi prioritas.
Ia menambahkan, untuk pengadaan tahun ini dirinya belum mengetahui secara rinci sehingga perlu melakukan pengecekan lebih lanjut. Meski begitu, ia menekankan bahwa prinsip penganggaran seharusnya tidak berubah.
“Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga. Motor dan komputer kalau tidak salah. Ditolak. Yang tahun ini saya belum tahu. Saya akan double cek lagi. Harusnya sama treatmennya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dalam pernyataannya, Purbaya juga menyinggung soal arah penggunaan anggaran dalam program MBG. Menurutnya, fokus utama tetap harus pada pemenuhan kebutuhan makanan bagi para penerima, bukan pada belanja penunjang yang berlebihan.
“Bukan tidak boleh, kita tidak tahu programnya seperti apa. Tapi kan harusnya utamanya untuk makanan,” katanya.
Menurutnya pihak-pihak yang terlibat dalam aspek bisnis program tersebut sudah mendapatkan keuntungan yang cukup. Sehingga disinyalir tak perlu bergantung pada anggaran negara untuk kebutuhan operasional tertentu.
“Kalau yang pebisnisnya kan sudah untung cukup. Ya mereka bisa cari dari sana harusnya,” kayanya.
Baca Juga: Kebijakan Kerja 5 Hari, Gaji Karyawan SPPG untuk MBG Tak Berkurang, Berikut Rinciannya
Meski demikian, Purbaya memastikan belum mengambil kesimpulan final terkait pengadaan tersebut. Ia menegaskan akan melihat kembali detail program sebelum menentukan sikap lebih lanjut.
“Saya akan lihat lagi seperti apa,” pungkasnya.
Sebelumnya, video deretan motor berlogo BGN yang viral disebut tidak sepenuhnya benar. Kepala BGN Dadan Hindayan menegaskan pengadaan tersebut bagian dari anggaran program dan belum didistribusikan.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” katanya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana