Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pemerintah Siapkan Opsi War Tiket Haji, Solusi Atasi Antrean Panjang Jemaah

Miftahul Ilma • Jumat, 10 April 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi ibadah haji.
Ilustrasi ibadah haji.

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Pemerintah mulai membuka opsi baru dalam sistem keberangkatan haji. Salah satu yang tengah dikaji adalah skema war tiket, sebagai upaya mengurai antrean panjang yang selama ini menjadi persoalan utama calon jamaah di Indonesia.

Baca Juga: Berikut Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Asal Kalteng yang Berangkat ke Tanah Suci Bulan Ini

Wacana ini muncul seiring arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya terobosan agar pelaksanaan ibadah haji bisa lebih cepat dan efisien. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pihaknya kini tengah menyusun formulasi terbaik.

“Sekarang itu Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil, Kamis (9/4/2026) mengutip Republika. 

Selama ini, panjangnya daftar tunggu haji tidak lepas dari membludaknya jumlah pendaftar. Dengan sistem yang berjalan saat ini, calon jamaah harus menunggu bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun untuk bisa berangkat.

“Karena sudah ada keuangan haji, kita terpaksa ngantre. Semakin banyak, semakin lama yang ngantre,” ucapnya.

Baca Juga: Wamenhaj Memastikan Ibadah Haji Tahun 2026 Tak Ada Penundaan Meski Timur Tengah Berggejolak

Dalam skema yang tengah dipertimbangkan, kuota haji dari Arab Saudi tidak sepenuhnya berbasis antrean. Salah satu opsi yang muncul adalah membuka akses langsung kepada masyarakat melalui mekanisme seperti war tiket. 

“Makanya kan tadi malam misalnya Pak Menteri, kita sedang berpikir bagaimana supaya gak ngantri itu kayak model war tiket. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200 ribu, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti gak perlu ngantre,” jelasnya.

Meski begitu, pemerintah memastikan kajian dilakukan secara hati-hati. Pasalnya, ada sekitar 5,7 juta calon jamaah yang sudah lebih dulu masuk daftar tunggu dan harus tetap mendapat perlindungan.

Baca Juga: Kalteng Siap Berangkatkan Jemaah Haji, Semua Tahapan Dipastikan Berjalan

“Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah presiden supaya haji tidak ngantri itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok,” katanya.

Ia menegaskan, hingga kini belum ada keputusan final. Pemerintah masih mencari formula yang tepat agar perubahan sistem tidak menimbulkan ketimpangan di masyarakat.

“Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden haji tidak ngantre itu bisa terwujud,” ujarnya.

Jika diterapkan, opsi “war tiket” menjadi salah satu kemungkinan perubahan besar dalam tata kelola haji di Indonesia, meski realisasinya masih menunggu hasil kajian pemerintah.


103 Jemaah Haji Bartim Siap Berangkat

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur memastikan kesiapan pemberangkatan 103 jemaah calon haji tahun 2026, melalui rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Selasa (8/4/2026).

Rapat dipimpin Asisten I Setda Bartim, Ari Panan Putut Lelu serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, diantaranya Kantor Kementerian Agama, kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Baca Juga: Menanti Panggilan Baitullah: Kisah Relly Ernawati Menabung Iman di Tengah Panjangnya Antrean Haji  

Ari Panan Putut Lelu menyampaikan, dari total jemaah yang akan diberangkatkan, sebanyak enam orang disiapkan sebagai cadangan. Ia menjelaskan, jemaah haji Bartim akan tergabung dalam embarkasi Banjarmasin dan terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 4 sebanyak dua orang, Kloter 7 sebanyak 99 orang, serta Kloter 8 sebanyak dua orang.

Pemerintah daerah masih melakukan pemantauan terhadap 22 calon jemaah yang dijadwalkan menjalani vaksinasi susulan. Meliputi vaksin meningitis, polio, dan Covid-19. 

Selain itu, tercatat sebanyak 10 jemaah masuk kategori prioritas, termasuk lanjut usia, berisiko tinggi, pengguna kursi roda, serta pendamping yang memerlukan perhatian khusus.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengimbau, seluruh calon jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mengatur waktu istirahat secara optimal. 

Langkah ini diharapkan, dapat mendukung kelancaran ibadah sekaligus meminimalisir risiko kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#war tiket haji #haji #ibadah haji #antrean haji reguler #calon jemaah haji