KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Hasil evaluasi terbaru menunjukkan adanya 11.014 orang yang dicoret dari daftar penerima manfaat karena tidak lagi memenuhi kriteria.
Langkah ini diambil untuk menghindari kesalahan sasaran atau inclusion error dalam penyaluran bansos.
Untuk melihat apakah Anda termasuk dari 11.014 orang itu, silahkan cek rekening Anda secara berkala dan lihat di kanal resmi Kemensos.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan pertemuan strategis bersama jajaran Badan Pusat Statistik guna membahas hasil pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kini juga dikenal sebagai DTSEN pada Senin (13/4/2026).
Gus Ipul, sapaan akrabnya menegaskan bahwa data penerima bansos bersifat dinamis dan mengalami perubahan secara berkala, khususnya pada setiap triwulan penyaluran. Ada
“Data ini terus diperbarui. Ada yang sebelumnya menerima, kemudian tidak lagi karena termasuk inclusion error. Sebaliknya, ada juga yang sebelumnya tidak menerima, kini menjadi penerima karena sudah memenuhi kriteria,” ujarnya, Selasa (14/4/2026)
Dalam proses penyaluran bansos, pemerintah mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis utama penentuan penerima.
Data ini juga digunakan dalam dua tahap penyaluran sekaligus menjadi dasar untuk program lain, seperti rekrutmen siswa Sekolah Rakyat.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, tidak ada mekanisme pendaftaran dalam penentuan penerima.
Seluruh proses dilakukan melalui penjangkauan berbasis data, terutama bagi masyarakat dalam kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok paling rentan.
Untuk meningkatkan akurasi, pemerintah juga memperkuat integrasi data antara DTSEN dan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) turut dilibatkan dalam proses pemutakhiran data.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam pengelolaan data bansos.
Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan memberikan masukan apabila ditemukan ketidaksesuaian data di lapangan.
“Kami tidak menutup-nutupi data. Justru kami terbuka dan menerima masukan untuk perbaikan ke depan,” tegasnya.
Dengan sistem pembaruan data yang terus dilakukan, diharapkan penyaluran bansos PKH dan BPNT semakin tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(*)
Editor : Agus Pramono